Mandek Diterjang Banjir Bandang, PUPR Kebut Penyelesaian Bendungan Karlloe

TrubusNews
Binsar Marulitua
15 Mei 2019   08:00 WIB

Komentar
Mandek Diterjang Banjir Bandang, PUPR Kebut Penyelesaian Bendungan Karlloe

Menteri PUPR , Basuki Hadimuljono (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya menyelesaikan pembangunan Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa,Sulawesi Selatan (Sulsel) guna meningkatkan jumlah tampungan air dan ketahanan pangan. Saat ini progres pembangunan telah mencapai 50 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, Bendungan Karalloe merupakan salah satu dari program pembangunan 65 bendungan yang bertujuan menambah tampungan air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke sawah terjaga.

“Saat ini dari 7,3 juta hektar lahan irigasi, hanya 11% yang mendapatkan jaminan air dari bendungan. Melalui program pembangunan 65 bendungan maka akan bertambah menjadi 19%-20%,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (15/5).

Baca Lainnya : Rampung Dibangun, Bendungan Teritip Berkontribusi Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
  
Progres pembangunan yang berlokasi 137 Km ke arah Tenggara Kota Makassar ini mencapai 50 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2020. Pengerjaan bendungan terbagi dalam dua paket yang konstruksinya mulai dikerjakan pada Desember 2013.

Paket I mencakup pembangunan bendungan utama, bangunan pelimpah, relokasi dan rehabilitasi jalan menuju bendungan, dan terowongan pengelak. Realisasi pengerjaan fisik paket I telah mencapai 79,9 % dengan target selesai akhir tahun ini. Biaya pengerjaan Paket I bersumber dari APBN pada tahun anggaran jamak (2013-2019) sebesar Rp 568 miliar. 

Paket II merupakan lanjutan paket I yang dianggarkan sebesar Rp 657 miliar bersumber dari APBN TA 2008 – 2020 (multi years). Pekerjaan paket II meliputi timbunan tubuh bendungan, proteksi galian, intake, instrumentasi, hidromekanikal, serta pembangunan instrumen yang bersifat mekanikal dan elektrik dengan progres konstruksi 25,2 persen. Seluruh  paket dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero). 

Baca Lainnya : Bendungan Gondang Rampung, Jokowi Kebut Penyelesaian 49 Bendungan Lainnya  

Bendungan Karalloe memiliki kapasitas tampung 40,53 juta m³ dengan luas genangan 145 hektare. Manfaatnya akan dapat mengairi daerah irigasi seluas 7.004 hektare, sumber air baku dengan kapasitas 440 liter per detik, pengendali banjir dengan kapasitas 2.020 m³/detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 4,5 megawatt.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi mengatakan pekerjaan bendungan sempat tertunda 3 bulan karena terdampak banjir bandang pada akhir Januari 2019. Pekerjaan konstruksi dialihkan untuk bersih-bersih dan pemulihan bangunan yang rusak pascabanjir selama 3 bulan. 

"Tetapi pekerjaan lain terus kita kebut, misalnya pembebasan lahan saat ini sudah 93,88 persen atau 216,48 hektare dari 230, 59 hektare lahan yang dibutuhkan," ujar Hari Suprayogi.

Baca Lainnya : BPBD DKI Jakarta Terus Pantau Status Bendungan Katulampa Bogor

Selain bendungan Karalloe, Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air telah membangun bendungan lain di Sulawesi Selatan, diantaranya Bendungan Paselloreng dan Pamukkulu. 

Bendungan Paselloreng memiliki luas genangan 169 hektare dengan kapasitas tampung 138 juta m³ untuk mengairi 7.000 hektar sawah. Bendungan Pamukkulu dengan luas genangan 126 hektare, kapasitas tampung 97,3 juta m³. Manfaatnya akan mengairi irigasi seluas 6.256 hektare, sumber air baku sebesar 0,13 m³/detik, dan mengurangi banjir 2,5 m³/detik.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkeu Segera Bekukan Aliran Dana Desa Mal-administrasi

Peristiwa   20 Nov 2019 - 08:45 WIB
Bagikan:          

Ini Syarat Pencairan Dana Desa

Peristiwa   20 Nov 2019 - 09:06 WIB
Bagikan: