Lagi, Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp12 M Diungkap di Tanjung Jabung

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
14 Mei 2019   19:30

Komentar
Lagi, Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp12 M Diungkap di Tanjung Jabung

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bibit lobster hasil tangkapan alam masih menjadi komoditas yang paling banyak diburu di pasar gelap luar negeri. Karena itu, upaya penyelundupan bibit lobster ini masih terus terjadi. Namun demikian, upaya pencegahan pun tak surut dilakukan. Hasilnya, banyak upaya penyelundupan bibit lobster ke luar negeri yang berhasil digagalkan. 

Belum lama ini hal serupa juga dilakukan jajaran Pol Airud Polda Jambi dan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi. Petugas gabungan kembali menggagalkan upaya penyelundupan 81 ribu ekor bibit lobster tujuan Singapura.

Baca Lainnya : Pemerintah Gagalkan Penyeludupan 246.673 Ekor Benih Lobster Senilai Rp37 M

Dalam pengungkapan kali ini, 6 pelaku diamankan. Seorang di antaranya tercatat sebagai Warga Negara Asing asal China. 

"Warga China ini bernama Kong Huiping dengan nomor paspor E 73117310. Ia ini diketahui sebagai tenaga ahli dan ternyata DPO Bareskrim Polri," kata Dir Polairud Polda Jambi, Kombes Fauzi Bachti Muhtji, dalam gelar perkara yang digelar di Mapolda Jambi, Selasa (14/5).

Fauzi menambahkan, ke 6 pelaku memiliki peran berbeda-beda dalam menjalankan bisnisnya. Dua pelaku yang bernama Lucy dan Herman diketahui hanya sebagai penerjemah untuk Kong Hiuping.

Baca Lainnya : Ribuan Benih Lobster Senilai Rp3,5 Miliar Gagal Diselundupkan dari Tanjungjabung Timur, Jambi

Sementara sisanya yaitu Zainuri, Putra Andika, serta Ansori adalah pekerja bongkar muat. Mereka semua tercatat sebagai warga Kepri, Lampung, Jakarta serta Jambi.

Rencananya 81 ribu ekor baby lobster jenis pasir senilai Rp12 miliar tersebut akan diselundupkan lewat perairan Jambi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 

Untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya, keenam tersangka tersebut dikenakan Pasal 7 ayat (2) Undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 juncto Pasal 55, Pasal 56 KUHPidana dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar. [RN]    

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: