Terdampak Perang Dagang dengan China, Presiden AS Siapkan Rp216 T untuk Bantu Petani

TrubusNews
Syahroni
14 Mei 2019   19:03 WIB

Komentar
Terdampak Perang Dagang dengan China, Presiden AS Siapkan Rp216 T untuk Bantu Petani

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Perang dagang antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan China terus bergejolak. Pada Senin (13/5) kemarin, pemerintah China mengatakan akan memberlakukan tarif lebih tinggi pada sejumlah barang AS, termasuk sayuran beku dan gas alam cair mulai 1 Juni mendatang.

Tahun lalu, Beijing juga sudah memberlakukan tarif impor atas barang-barang pertanian AS, termasuk kedelai, sorgum, biji-bijian dan daging babi sebagai pembalasan atas bea masuk yang dikenakan AS.

Para petani Amerika yang merupakan konstituen utama Presiden AS, Donald Trump termasuk di antara yang paling terpukul dalam perang dagang yang berlangsung sejak setahun silam ini. Kedelai adalah ekspor pertanian AS yang paling bernilai, dan pengiriman ke China turun ke level terendah selama 16 tahun pada 2018. 

Baca Lainnya : Manfaatkan Perang Dagang, Pemerintah Imbau Pengusaha Perikanan Genjot Ekspor

Penjualan kedelai AS ke negara lain gagal mengompensasi kerugian tersebut. Kontrak berjangka (futures) kedelai AS jatuh ke level terendah dalam satu dekade, dilansir dari Reuters.

Menteri Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan Trump telah memintanya untuk membuat rencana membantu para petani Amerika mengatasi dampak besar perang dagang AS-China terhadap pertanian.

Bantuan senilai US$15 miliar atau setara Rp 216,8 triliun pun disiapkan Trump untuk membantu para petani yang terdampak dengan kenaikan tarif impor oleh China. Namun demikian, ia belum memberikan rincian lebih lanjut tentang seperti apa paket bantuan itu.

Baca Lainnya : Jadikan Perang Dagang Sebagai Peluang, Mentan Ekspor Benih ke Berbagai Negara

Program bantuan baru ini sendiri akan menjadi bantuan putaran kedua bagi para petani, setelah yang pertama dari Departemen Pertanian senilai US$12 miliar tahun lalu untuk mengompensasi harga produk-produk pertanian yang lebih rendah dan kehilangan penjualan akibat perang dagang dengan China dan negara-negara lain.

"Dari miliaran dolar yang kita ambil (dalam bentuk tarif impor China), sebagian kecil dari itu akan diberikan kepada petani kita, karena China akan membalas, mungkin sampai batas tertentu, terhadap petani kita," kata Trump.

Bea impor tidak dibayar oleh pemerintah China atau oleh perusahaan yang berlokasi di China. Bea itu dibayar oleh importir barang-barang China, biasanya perusahaan Amerika atau unit perusahaan asing yang terdaftar di AS. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: