Gunung Merapi Kembali Lepaskan Guguran Lava Sejauh 1.200 Meter

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
14 Mei 2019   09:31

Komentar
Gunung Merapi Kembali Lepaskan Guguran Lava Sejauh 1.200 Meter

Gunung Merapi (Foto : ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Trubus.id -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali melaporkan aktivitas Gunung Merapi yang mengalami satu kali gempa guguran dengan jarak luncur 1.200 meter dalam enam jam periode pengamatan pada Selasa (14/5) mulai pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB.

Gunung api paling aktif di Indonesia ini terekam selama periode tersebut amplitudonya 60 mm dan durasi 121.6 detik. Tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 3-4 mm selama 26-47 detik, dan satu kali gempa hybrid dengan amplitudo 2 mm dan durasi 9.6 detik, serta gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 3 mm selama 26 detik.

“Guguran lava Gunung Merapi mengarah ke hulu Kali Gendol pada pukul 01.57 WIB dengan jarak luncur maksimum 250 meter,” kata Kepaa BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulis, Selasa (14/5).

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah barat laut dengan suhu udara 16-20 derajat Celcius, kelembapan udara 70-98 persen, dan tekanan udara 568-707 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: