BMKG Laporkan Gempa Swarm Bermagnitudo 2,8 di Mamasa, Bagaimana Dampaknya?

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
14 Mei 2019   01:35

Komentar
BMKG Laporkan Gempa Swarm Bermagnitudo 2,8 di Mamasa, Bagaimana Dampaknya?

Hasil analisis gempa swarm yang terjadi di wilayah Kabupaten Mamasa pada Senin,13 Mei 2019. (Foto : BMKG/ Daryono)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah mendeteksi gempa bermagnitudo 2,8 richter di wilayah Kab. Mamasa, Sulbar pada Senin, 13 Mei 2019, pukul 02.54.16 WITA. Meskipun terbilang bermagnitudo kecil, sifat gempa tersebut terbilang meresahkan karena guncangannya  berlangsung terus menerus. 

"Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa ini termasuk dalam klasifikasi gempa dangkal akibat aktivitas swarm. Gempa swarm tidaklah berbahaya, hanya sifatnya yang berlangsung terus menerus," jelas  Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono. 

Daryono menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan Episenter gempa terletak pada koordinat 2,98 LS dan 119.43 BT, tepatnya berlokasi di darat pada jarak 13 km arah Tenggara Kab. Mamasa, Sulbar, pada kedalaman 3 km. Berdasarkan laporan masyarakat, gempa ini dirasakan di Mamasa dalam skala intensitas II-III MMI.

Guncangan yang terjadi cukup kuat hingga warga yang sedang tidak tidur menjadi panik dan membangunkan keluaranya dan selanjutnya keluar rumah. Sampai dengan pukul 05.00 WITA sudah tercatat 4 kali gempa dirasakan di Mamasa. 

Sebenarnya, ditambahkan Daryono, aktivitas gempa swarm di Mamasa sudah jarang terjadi, karena berdasarkan grafik frekuensi aktivitas gempa swarm sudah meluruh secara signifikan pada akhir Desember 2018 lalu.

Jika memperhatikan aktivitas swarm Mamasa tampak bahwa aktivitasnya sangat hiperaktif. Selama periode 3 November hingga 6 Desember 2018 lalu telah terjadi gempa swarm sebanyak 914 kali, tanpa adanya magnitudo yang dominan dan signifikan sebagai gempa utamanya. 

Dari seluruh gempa swarm yang terjadi, aktivitas gempa yang dirasakan oleh masyarakat mencapai sebanyak 278 kali.

"Dapat dibayangkan betapa aktivitas swarm yang terjadi sangat menteror dan membuat masyarakat sangat cemas," tambahnya.  

Aktivitas gempa swarm Mamasa jika ditinjau dari bentuk gelombang gempanya (waveform) tampak jelas merupakan produk dari proses penyesaran/patahan batuan. Ini ditandai dengan ciri gelombang geser (shear) yang tampak jelas hasil penyesaran/patahan batuan kerak dangkal. Sehingga swarm Mamasa jenisnya adalah Tectonic Earthquake Swarm (TES).
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: