Pemerintah Mulai Uji Coba Alat Pemilah Sampah Sungai dari Belanda

TrubusNews
Syahroni
13 Mei 2019   21:30 WIB

Komentar
Pemerintah Mulai Uji Coba Alat Pemilah Sampah Sungai dari Belanda

Ilustrasi sampah sungai. (Foto : Trubus.id/ Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Sebagai perwujudan komitmen menggapai target 2025 sampah di laut berkurang hingga 70 persen, Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda.

Hasil kerja sama ini, muncullah Program Penelitian dan Percontohan intersepsi Sampah Plastik dengan menggunakan River Cleaning-up System (RSC) yang diluncurkan hari ini (13/5) di Cengkareng Drain kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir dalam peluncuran itu bersama Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, proyek percontohan ini memiliki tujuan untuk membuktikan kinerja RCS ekstraksi limbah dan plastik dari sungai dan cara kerja manajemen limbah untuk bisa memilah plastik dari limbah lain. Dengan cara ini, limbah plastik dapat didaur ulang atau dibuang dengan cara yang ramah lingkungan. 

Baca Lainnya : Inilah Kunci Penanganan Sampah Laut Versi LIPI

Diharapkan juga, dengan proyek percontohan ini menghasilkan data sebenarnya sampah dari sungai, serta mendapatkan solusi pengelolaan sampah secara terpadu.

RCS sendiri adalah salah satu sistem yang dibangun dengan tujuan utama untuk membuat lautan bebas dari plastik. RCS ini akan mengekstraksi sampah plastik yang mengalir di sungai, menampungnya dalam kantong-kantong besar melalui conveyor belt, kemudian dibawa ke tepi sungai untuk diangkut ke tempat penampungan sementara untuk dipilah dan di daur ulang agar jumlah sampah yang diangkut ke TPA semakin sedikit.

Namun demikian Luhut mengatakan, alat seharga 200-300 ribu euro atau sekitar Rp3-5 miliar itu masih perlu perbaikan dan penyesuaian dengan kondisi sampah di Indonesia.

"Kami tinjau memang masih perlu ada perbaikan, tapi sudah ada model yang bagus," ujar Luhut dilansir dari Tempo.co, Senin (13/5). 

Apabila sudah ujicoba rampung, Luhut ingin alat itu diperbanyak dan diletakkan di 14 aliran sungai jakarta yang mengalir ke laut. Alat itu juga direncanakan dipasang di daerah Teluk jakarta. 

Baca Lainnya : Sampah Berpotensi Ganggu Stasiun Pompa Air Penjaringan

Terlebih, berdasarkan laporan yang ia terima, produksi sampah dari DKI Jakarta bisa mencapai 700-800 ton per hari. Adapun alat pengumpul sampah terapung ini bisa mengumpulkan sekitar 10 ton per shift (8 jam) atau 30 ton seharian penuh.

Tugas selanjutnya, ujar Luhut, adalah merancang mekanisme pengumpulan sampah yang bagus setelah sampah-sampah itu terangkut ke kapal. Setelah itu, baru lah sampah dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang sebagai tempat pemilahan sampah.

"Itu sirkular ekonomi akan kita coba hidupkan karena kami lihat sampahnya masih bisa dilakukan untuk sirkular ekonomi," ujar Luhut. Selain mendaur ulang sampah, menurut dia, penyelesaian lain untuk menanggulangi sampah adalah membuat waste to energy atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

Nantinya, alat itu tidak hanya akan dipasang di DKI Jakarta, namun juga di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: