Intensitas Hujan Menurun, Lahan Pertanian di Gunungkidul Terancam Kekeringan

TrubusNews
Syahroni
13 Mei 2019   21:00 WIB

Komentar
Intensitas Hujan Menurun, Lahan Pertanian di Gunungkidul Terancam Kekeringan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Musim hujan sebentar lagi akan berlalu dan berganti dengan musim kemarau. Di sektor pertanian, ketiadaan curah hujan tentunya sangat berakibat fatal bagi para petani. Hal itu juga yang kini tengah dirasakan para petani di Kabupaten Gunungkidul.

Lahan pertanian di Bumi Handayani itu kini terancam kekeringan sebagai dampak menghilangnya hujan pada bulan ini. Untuk itu, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul sudah mulai mendata lahan yang berpotensi mengalami kekeringan meski belum ada laporan hingga sejauh ini. 

Baca Lainnya : Meski Kemarau, Pemkab Gunungkidul Optimis Target Pertanian Terpenuhi

“Kami siap menerjunkan petugas di lapangan. Tapi berdasarkan laporan rutin dari koordinator pengamat hama kabupaten, hingga saat ini belum ada laporan (Terdampak kekeringan),” terang Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono dilansir dari Harianjogja.

Raharjo menjelaskan, intensitas hujan di wilayah Gunungkidul saat ini sudah mulai berkurang. Kondisi ini pun dapat berdampak terhadap tanaman pertanian. 

Menurut dia, luas tanam di masa tanam kedua tahun ini berkurang dibandingkan dengan masa tanam pertama. Hal ini terjadi karena kondisi geografis wilayah yang mayoritas lahan kering sehingga di masa tanam kedua banyak petani yang beralih dari sebelumnya menanam padi ke tanaman palawija.

Baca Lainnya : Meski Kemarau, Produksi Padi Gunungkidul Melimpah

“Petani memilih menanam kedelai, kacang, jagung dan tanaman lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kurangnya air seiring dengan curah hujan yang terus menurun,” katanya.

Untuk lahan padi di masa tanam kedua ini ada sekitar 8.573 hektare yang merupakan kombinasi padi sawah dan lahan kering. Dia berharap curah hujan tetap ada sehingga petani tidak rugi karena tanaman padi kekurangan air untuk pemeliharaan. 

“Awal Juni nanti mungkin sudah ada yang panen, yakni lahan padi seluas 20 hektare di Desa Pundungsari, Kecamatan Semin,” katanya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: