Pencairan Bantuan Jaminan Hidup Korban Gempa Lombok Terkendala Data

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
13 Mei 2019   16:04

Komentar
Pencairan Bantuan Jaminan Hidup Korban Gempa Lombok Terkendala Data

Korban gempa Lombok (Foto : Thomas Aquinus/ Trubus.id)

Trubus.id -- Pencairan bantuan jaminan hidup (jandup) bagi korban yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara barat (NTB) terkendala akurasi data. Karena kendala tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram saat ini tengah melakukan validasi data.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Baiq Asnayanti mengungkapkan, dari 2.063 kepala keluarga (KK) dari total penerima bantuan jaminan hidup tahap pertama, sebanyak 350 KK datanya belum akurat.

 “350 KK penerima bantuan jaminan hidup dianggap bermasalah lantaran nomor induk kependudukan (NIK) ganda pada 50 KK, tapi saat ini sudah ditarik,” ucapnya di Mataram, Senin (13/5) mengutip Antaranews.

Selain, NIK yang berbeda antara NIK di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dengan salah satu Bank yang menjadi mitra pemerintah untuk pencairan bantuan jaminan hidup.

"BNI ternyata juga memiliki aplikasi NIK, sehingga NIK yang berbeda bisa terdeteksi atau bisa saja masyarakat menggunakan NIK kartu tanda penduduk (KTP) lama, sehingga rekening 350 KK itu belum bisa tercetak," tambahnya.

Meski begitu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Dukcapil untuk memvalidasi data-data calon penerima jadup yang dianggap tidak selaras dengan KTP calon penerima jadup.

"Kami berharap, proses validasi data bisa segera tuntas agar pencairan jadup dapat dilaksanakan," katanya.

Menurutnya, dengan adanya data calon penerima jadup yang masih bermasalah, jadup belum dapat dicairkan meskipun jumlah KK yang tidak bermasalah lebih banyak dibandingkan yang bermasalah.

"Kami sudah mencoba mengajukan pencairan 1.713 KK calon penerima jadup yang datanya sudah klop, namun tidak bisa karena pencairan harus dilakukan sekaligus," katanya.

Dikatakannya, ditemukan ratusan data KK yang bermasalah itu disebabkan karena saat terjadinya bencana gempa bumi Agustus 2019, pemerintah langsung menurunkan program jadup untuk korban gempa bumi yang rumahnya masuk kategori rusak berat.

Diharapkan, setelah proses validasi di Dinas Dukcapil tuntas, penerbitan rekening bagi calon penerima jadup bisa terealisasi sehingga masyarakat dapat menggunakan dana jadup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Sebelumnya, Kementerian Sosial RI (Kemensos) memberikan bantuan jaminan hidup bagi korban bencana gempa NTB yang dibayarkan setelah berakhirnya status masa transisi darurat. Besaran dana jadup yang akan ditransfer ke Kota Mataram Rp4,5 milar lebih, dengan jumlah sasaran 2.063 KK atau 7.642 jiwa. Satu jiwa diberikan Rp10 ribu per hari selama 60 hari atau dua bulan.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 13 Mei 2019 - 18:31

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: