Cegah Penyebaran Virus ASF, Hong Kong Musnahkan 6000 Ekor Babi

TrubusNews
Binsar Marulitua
13 Mei 2019   13:00 WIB

Komentar
Cegah Penyebaran Virus ASF, Hong Kong Musnahkan 6000 Ekor Babi

Babi di sebuah peternakan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Hong Kong melaporkan, telah menemukan seekor babi yang terjangkit flu babi Afrika di sebuah rumah jagal di provinsi Guangdong, Tiongkok.. Akibat penemuan tersebut Departemen Makanan dan Kesehatan Kota Hong Kong melakukan pembersihan menyeluruh dengan memusnahkan sekitar 6.000 ekor babi pada rumah jagal tersebut. 

Sekretaris Departemen Makanan dan Kesehatan Kota, Sophian Chan menyatakan pemusnahan diperlukan sehingga operasi pembersihan dan penyemprotan disinfektan dapat dilakukan di sejumlah tempat. Aktivitas di rumah pemotongan Sheung Shui akan dihentikan sementara hingga penyemprotan disinfektan selesai dilakukan.

"Untuk meminimalkan risiko penyebaran virus ASF dari rumah jagal, semua babi di Rumah Potong Hewan Sheung Shui akan dimusnahkan. Pembersihan menyeluruh dan juga disinfeksi akan dilakukan," kata Sophia Chan, Sekretaris Departemen Makanan dan Kesehatan Kota. 

Chan menambahkan bahwa babi yang terdeteksi demam babi Afrika itu diimpor dari sebuah peternakan di provinsi China Selatan, Guangdong. Daging babi sendiri merupakan makanan pokok masyarakat di Hong Kong. Setiap hari, Hong Kong mengimpor sekitar 4.000 ekor babi dari China.

Setelah flu babi Afrika menyebar di lebih dari setengah provinsi di China tahun 2018 lalu, Hong Kong memberlakukan larangan impor kepada para peternakan babi di negaranya.
 
"Kami akan meningkatkan pengawasan dan juga memeriksa seluruh babi. Saat ini, kami telah mengumpulkan sampel dari babi terjangkit ASF untuk diuji coba lebih lanjut," sebut Chan, dilansir dari laman AFP
 
"Di masa mendatang, kami akan meningkatkan pengambilan sampel untuk diuji coba," lanjut dia.
 
Berbeda dari flu babi biasa, ASF tidak dapat menular kepada manusia. Chan menegaskan daging babi yang dimasak dengan baik relatif aman untuk dikonsumsi.
 
Kekhawatiran mengenai mewabahnya ASF di Amerika Serikat telah membuat ajang World Pork Expo yang dijadwalkan di Iowa pada Juni mendatang dibatalkan.
 
Denmark telah membangun pagar sepanjang 70 kilometer di wilayah yang berbatasan dengan Jerman untuk mencegah masuknya babi liar. Pembangunan pagar merupakan bentuk antisipasi Denmark dalam mencegah wabah ASF.
 
Rusia terkena dampak parah ASF, dan sejumlah pihak berspekulasi mungkin wabah di Tiongkok saat ini berasal dari Negeri Beruang Merah.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: