Masyarakat Sekitar Gunung Agung Diimbau Waspada Aliran Lahar Pascaerupsi

TrubusNews
Binsar Marulitua
13 Mei 2019   09:11 WIB

Komentar
Masyarakat Sekitar Gunung Agung Diimbau Waspada Aliran Lahar Pascaerupsi

Gunung Agung, Bali (Foto : Istimewa)

 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) meminta masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar Gunung Agung,Karangasem, Bali mewaspadai Potensi bahaya sekunder pasca erupsi yang terjadi pada ada Minggu (12/5/2019), sekitar pukul 22.29 WITA.

Bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.  

"Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung," jelas PVMBG dalam Keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (13/05). 

PVMBG mengonfirmasi status Gunung Agung masih status level III (Siaga). Sehingga diimbau bagi masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung. 

Selain itu, zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual dan terbaru. 

Sebelumnya, pasca erupsi yang terjadi pada ada Minggu (12/5/2019), sekitar pukul 22.29 WITA. Pemantauan PVMBG dari Pos Rendang, Karangasem melaporkan mendengar dentuman yang  terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 2 menit 16 detik. Meski begitu, tinggi kolom abu tidak teramati. 

"Namun tinggi kolom abu tidak teramati," tulis PVMBG.  

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: