Volume Sampah di Kota dan Kabupaten Bekasi Meningkat Saat Ramadan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
11 Mei 2019   06:00

Komentar
Volume Sampah di Kota dan Kabupaten Bekasi Meningkat Saat Ramadan

Volume sampah di Bekasi meningkat saat Ramadan. (Foto : Trubus.id/ Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Bulan Ramadan, tingkat konsumsi masyarakat di Bekasi melonjak tajam. Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, peningkatan volume sampah mencapai 5 persen setiap harinya dibanding bulan sebelumnya.

Kabid Kebersihan DLH Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanti mengakui, peningkatan produksi sampah di 23 kecamatan terjadi karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa. 

"Tren peningkatan volume sampah ini biasa terjadi saat Ramadan, dan peningkatan volume sampah terjadi hampir setiap bulan Ramadan. Tapi sampah itu tetap kita bisa tangani," ujar Dodi dilansir dari Okezone, Jumat (10/5).

Baca Lainnya : Jadikan Bulan Ramadan Lebih Bermakna dengan Kurangi Sampah Takjil

Menurut dia, kenaikan volume sampah dipicu meningkatnya belanja masyarakat, sehingga sampah yang dihasilkan juga bertambah baik di pasar tradisional maupun dipermukiman.

Dodi menyebut setiap hari petugas mencatat sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu sebanyak 800 ton. Saaat bulan puasa Ramadan, jumlahnya menembus 850 ton atau meningkat 5 persen.

Selain di Kabupaten, hal serupa juga terjadi di Kota Bekasi. Dari jumlah sampah yang dibuang ke TPA Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang diketahui, terjadi peningkatan volume sampah hingga 30 persen atau 270 ton per hari di bulan Ramadan ini.

Baca Lainnya : Anies Baswedan Sidak ke Pasar Induk Kramatjati, Pastikan Pasokan Pangan Aman Selama Ramadan

”Setiap hari, sampah yang terbuang 900 ton ke TPA Sumurbatu. Tapi empat hari Ramadan, sampah bertambah 270 ton per hari,” terang Musarofah, kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Sumurbatu dilansir dari Indopos.

Ulfa memaparkan, penanganan sampah warga dibagi dua kategori yakni yang langsung dibuang ke TPA Sumurbatu, dan ada juga yang dikelola oleh masyarakat melalui bank sampah. 

”Pengelolaan sampah di Kota Bekasi masih konvensional. Karena itu yang dibutuhkan lahan karena masih kurang banyak,” jelasnya.

Agar seluruh sampah warga yang berjumlah 900 ton ditambah 270 ton itu tidak tercecer, Ulfa memerintahkan semua truk sampah diterjunkan. Totalnya ada 240 armada truk sampah yang setiap hari mengangkut sampah warga Kota Bekasi. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: