Satu Keluarga Keracunan Takjil Terkontaminasi Bakteri, Dinkes Cilegon Razia Pedagang Dadakan

TrubusNews
Syahroni
10 Mei 2019   22:30 WIB

Komentar
Satu Keluarga Keracunan Takjil Terkontaminasi Bakteri, Dinkes Cilegon Razia Pedagang Dadakan

Ilustrasi pedagang takjil dadakan (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Malang menimpa satu keluarga yang tinggal di Lingkungan Ramanuju, RT 04/04, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Kamis (9/5) kemarin, mereka terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Kurnia, Cilegon lantaran mengalami gejala keracunan.

Belakangan diketahui, gejala itu muncul setelah mereka mengonsumsi takjil berupa kolak biji salak yang dibeli untuk menu berbuka puasa di sekitar Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Jombang.

Riri, salah seorang korban mengatakan, setelah menyantap kolak biji salak, dia berserta keluarga menggeluhkan perut sakit dan kepala pusing serta mual-mual.

“Waktu makan biasa saja, tapi usai makan perut saya sakit dan kepala pusing. Bukan saya aja, suami saya juga merasakan hal yang sama dengan saya. Terus saya dan keluarga di rujuk ke rumah sakit. Alhamdulilah rasa sakitnya berkurang, mual-mual juga hilang karena langsung ditangani oleh dokter,” ujarnya dilansir dari Bantennews.com.

Baca Lainnya : Jadikan Bulan Ramadan Lebih Bermakna dengan Kurangi Sampah Takjil

Usai kejadian, petugas dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon langsung mengambil sampel takjil yang menyebabkan Riri dan keluarganya keracunan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, dr Arriadna menyatakan, dugaan sementara penyebab keracunan warga tersebut akibat makanan yang terkontaminasi bakteri.

"Sampel sisa makanan yang korban konsumsi sudah kita bawa ke laboratorium dan diperiksa BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Namun dugaan sementara makanan itu sudah terkontaminasi bakteri akibat makanan yang tidak higienis, bukan karena bahan berbahaya. Indikasi itu juga karena korban mengalami keluhan beberapa saat setelah mengkonsumsi takjil itu,” terangnya, Jumat (10/5/2019).

Arriadna menuturkan bahwa pihaknya memang cukup kesulitan untuk mendeteksi makanan takjil yang berbahaya dan tidak. Sebab, para pedagang takjil saat Ramadan merupakan pedagang musiman dan tak menetap.

Menindaklanjuti kejadian ini, Jumat (10/5), Dinkes Kota Cilegon dan BPOM Provinsi Banten langsung melakukan razia takjil di Kota Cilegon. Razia dilakukan di sejumlah tempat seperti di sekitar RTH Kecamatan Jombang. Dalam razia tersebut petugas juga memeriksa sampel takjil untuk memastikan apakah takjil yang dijual mengandung bahan berbahaya atau tidak.

Baca Lainnya : Hari Pertama Ramadan, Dinkes Makassar Gelar Razia Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

“Setelah dilakukan pengecekan ternyata negatif dalam artian belum ditemukan adanya takjil yang mengandung bahan berbahaya. Bahkan kita cek ke lokasi pedagang yang menyebabkan korban keracunan itu, hasilnya negatif,” ujar Arriadna kepada wartawan.

Meski tidak ditemukan takjil mengandung bahan berbahaya pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada memilih makanan. Apalagi disaat Ramadan seperti saat ini. Sebab berbagai pedagang makanan musiman bermunculan.

“Kami mengimbau kepada pedagang juga berjualan makanan sehat. Perhatikan kesehatan konsumen. Jangan hanya mencari untung semata,” terangnya.

Dikatakan Arriadna, selain merazia takjil pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap makanan yang beredar di Pasar Blok F. Hasilnya terdapat makanan yang mengandung rodamin B.

“Bahan berbahaya ini kita temukan pada makanan jenis terasi,” imbuhnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: