Warga Jakarta Diimbau Tanam Pohon untuk Antisipasi Pergerakan Tanah

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
10 Mei 2019   17:30

Komentar
Warga Jakarta Diimbau Tanam Pohon untuk Antisipasi Pergerakan Tanah

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau kepada masyarakat yang berada di daerah rawan pergerakan tanah agar melakukan tindakan antisipasi seperti penanaman pohon. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur tanah.

"Kita sudah memberi informasi melalui lurah dan camat bahwa daerah mereka memiliki potensi itu (pergerakan tanah). Mereka diharapkan mengantisipasinya, biasanya dengan menanam pohon di daerah tebing, yang berpotensi terjadi longsor karena curah hujan yang tinggi," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, M. Ridwan di Jakarta, Jumat (10/5) seperti dilansir dari Antara.

Baca Lainnya : BNPB Tegaskan, Tidak Ada Fenomena Likuifaksi di Lokasi Longsor Kalisari

Sebelumnya, BPBD DKI mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai potensi bencana akibat pergerakan tanah saat curah hujan meningkat di beberapa wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Adapun daerah yang menurut BPBD memiliki potensi bencana pergerakan tanah tingkat menengah adalah Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan di Jakarta Selatan. Sedangkan di wilayah Jakarta Timur mencakup kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Baca Lainnya : Gubernur DKI Akan Bangun Tanggul di Lokasi Longsor Kalisari

Potensi pergerakan tanah itu dapat mengakibatkan tanah lereng bergerak dan longsor yang dapat menimbulkan korban jiwa dan materiel. Namun, meski telah keluar imbauan akan potensi pergerakan tanah tingkat menengah, Ridwan yakin bahwa tingkat tersebut tidak akan naik ke level tinggi.

"Kalau menengah, Insyallah, tidak akan naik ke level tinggi. Tapi, walaupun menengah usaha mitigasi bencana tetap harus kami sampaikan kepada masyarakat," ujarnya.

Pada 2018, BPBD DKI mencatat terjadi 10 kejadian longsor yang mengakibatkan 32 orang mengungsi dan 6 rumah mengalami rusak berat. Bencana longsor paling parah di Jakarta pada 2018 yang melanda daerah Kalisari, Pasar Rebo, yang terjadi akibat hujan deras. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: