Program Kawin Suntik Diharapkan Tingkatkan Populasi Sapi di NTT

TrubusNews
Ihsan Maulana
13 Okt 2017   15:00 WIB

Komentar
Program Kawin Suntik Diharapkan Tingkatkan Populasi Sapi di NTT

Ditjen PKH Kementan I Ketut Diarmita (berkacamata), menghadiri acara Gebyar Siwab di Malaka, NTT, Kamis (12/10/17). (Foto : Foto: Humas Ditjen PKH Kementan)

Trubus.id -- Dalam upaya meningkatkan populasi sapi lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan program kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB) pada sapi milik peternak di Kabupaten Malaka, NTT.

"Pelaksanaan kegiatan IB massal di Kabupaten Malaka ini tujuannya agar sapi-sapi milik peternak menjadi bunting, sehingga akan lahir pedet (anak) sapi yang akan menambah populasi di Kabupaten ini," kata Dirjen PKH I Ketut Diarmita di acara Gebyar Siwab, Malaka, NTT, Kamis (12/10/17).

Ketut Diarmita menyebutkan, bahwa permintaan pasar terhadap anakan sapi hasil dari kawin alam masih sangat tinggi. Namun, karena kebanyakan sistem pemeliharaan ternak sapi dan kerbau di NTT dilakukan dengan cara dilepaskan, menyebabkan terjadi penurunannya mutu genetik akibat perkawinan sedarah.

"Kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian dari kita semua. Karena, dengan sistem kawin alam yang tidak terprogram akan terjadi in breeding (kawin sedarah), sehingga terjadi penurunan mutu genetik pada ternak. Yaitu posturnya lebih kecil," jelasnya.

Berdasarkan data kumulatif dari Januari hingga 10 Oktober 2017, capaian IB di Provinsi NTT sebesar 35.505 ekor atau 24,15% dari target 146.965 ekor. Sedangkan capaian kebuntingan ternak Provinsi NTT di angka 79.071 ekor atau 94,39% dari target 83.770 ekor yang berasal dari kawin alam.

Di kesempatan ini Ketut juga memberikan apresiasi dengan adanya peningkatan signifikan dari Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) di NTT yang mengalami kenaikan.

"Terjadi peningkatan signifikan terhadap total raihan IB di Provinsi NTT menjadi 35.000 atau terjadi peningkatan sebesar 700 persen, dari sebelum adanya Upsus Siwab capaian IB di NTT yang hanya sekitar 5.000 ekor per tahun. Saya berharap, sampai dengan akhir tahun 2017 akan mencapai 80 ribu ekor atau 1.600 persen," tuturnya.

Ia juga berharap, dengan adanya program IB ini, ke depannya sapi yang dihasilkan akan lebih bermutu dan mensejahterahkan para peternak, khususnya di NTT.

"Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat. Juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak," imbuhnya. [IM/AS]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: