Stop Pemanasan Global, Sekjen PBB Minta Semua Pemimpin Negara Hentikan Subsidi Bahan Bakar Fosil

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
09 Mei 2019   23:00

Komentar
Stop Pemanasan Global, Sekjen PBB Minta Semua Pemimpin Negara Hentikan Subsidi Bahan Bakar Fosil

Sekjen PBB, Antonio Gutteres mengatakan, bencana total akan terjadi jika perubahan iklim tidak segera dihentikan. (Foto : Al Jazeera)

Trubus.id -- Dunia harus mengubah cara-cara 'transformatif' untuk mencegah perubahan iklim yang mendorong 'bencana total', kata Antonio Guterres. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa itu mengatakan, dunia harus secara dramatis mengubah cara penggunaan bahan bakar di pabrik, kendaraan dan rumah untuk membatasi pemanasan global di masa depan ke tingkat yang para ilmuwan sebut hampir mustahil.

Alternatif "akan berarti situasi bencana bagi seluruh dunia", ujar Antonio Guterres kepada kantor berita The Associated Press dalam sebuah wawancara eksklusif seperti dilansir dari Aljazeera, Kamis (9/5).

Guterres mengatakan, dia akan melakukan kunjungan ke pulau-pulau di Pasifik untuk melihat bagaimana perubahan iklim menghancurkan mereka sebagai bagian dari terobosan kampanye baru untuk melawan pemanasan global.

Baca Lainnya : PBB: Gagal Menangani Perubahan Iklim Global Sama dengan Tindakan Bunuh Diri

Dia juga berencana memanggil para pemimpin dunia ke kantor PBB pada bulan September mendatang untuk memberi tahu mereka bahwa mereka perlu berbuat lebih banyak agar semua pihak dapat membalikkan keadaan saat ini dan mengalahkan perubahan iklim. Itu berarti, katanya, dunia harus berubah. Tidak sedikit demi sedikit, tetapi dengan cara "transformatif" besar-besar. Menjadikan ekonomi hijau dengan kendaraan listrik dan kota bersih dari polusi.

Guterres mengatakan, dia juga akan meminta para pemimpin negara-negara di seluruh dunia untuk menghentikan subsidi bahan bakar fosil. Membakar batu bara, minyak, dan gas, memicu pemanasan dengan melepaskan gas yang memerangkap panas hingga berdampak pada keberlangsungan bumi dan semua mahluk yang menghuninya.

Gutteres menambahkan, dia juga ingin negara-negara di seluruh dunia untuk memberi harga pada penggunaan karbon dan berhenti membangun pembangkit listrik batubara baru setelah 2020. Pada akhirnya, Sekjen PBB ini mengatakan, dia ingin memastikan bahwa pada tahun 2050, dunia tidak lagi menghasilkan lebih banyak gas rumah kaca ke udara daripada yang bisa disaring oleh alam secara sendirinya.

Patut diketahui, suhu global telah meningkat sekitar 1 derajat Celcius sejak zaman industri dimulai. Masalahnya adalah berapa banyak lagi suhu akan naik di masa mendatang jika kondisi ini tidak segera dihentikan, kata Gutteres.

Baca Lainnya : Di PBB, JK Ajak Seluruh Dunia Memajukan Blue Economy

Pada 2015, negara-negara di dunia menetapkan tujuan untuk membatasi pemanasan global tidak lebih dari 0,5 derajat Celcius dari sekarang. Sebagian besar ilmuwan mengatakan hal itu sangat tidak mungkin, jika tidak secara langsung tidak dapat dicegah. Untuk menjaga agar perubahan iklim buatan manusia tetap rendah juga bukan perkara mudah. Apalagi karena emisi gas-gas yang memerangkap panas meningkat, pertumbuhan energi terbarukan yang lambat, dan para pemimpin dan pemilih beberapa negara sedang mengumbar pembangunan dengan cara yang tidak ramah lingkungan.

Panel ilmuwan yang diminta oleh PBB untuk melihat masalah ini menjalankan model komputer untuk lebih dari 500 skenario di masa depan, dan kurang dari dua persen mencapai batas pemanasan itu.

Guterres mengatakan, perubahan ekonomi besar-besaran yang diperlukan untuk menjaga suhu agar tidak naik lain atau lebih mungkin menyakitkan, tetapi akan ada lebih banyak rasa sakit jika dunia gagal menjalankan kebijakan yang akhirnya berdampak pada keberlangsungan bumi itu sendiri.

"Jika Anda tidak berpegang pada tujuan itu, apa yang akan Anda capai adalah bencana total," kata sekretaris jenderal PBB itu.

Kesepakatan Paris

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: