Karnataka, Negara Bagian Penyumbang Deforestasi Terbesar di India

TrubusNews
Syahroni
09 Mei 2019   22:30 WIB

Komentar
Karnataka, Negara Bagian Penyumbang Deforestasi Terbesar di India

Deforestasi di negara bagian Karnataka, India. (Foto : Deccan Herrald)

Trubus.id -- Negara bagian Karnataka yang terletak di bagian barat daya India telah kehilangan lebih dari 3.000 hektare hutan primernya setiap tahun antara 2016 dan 2018. Jumlah tersebut berada jauh di atas hilangnya hutan tahunan di setiap tahun sejak 2001.

Dilansir dari Deccan Herrald, Kamis (9/5), hilangnya hutan atau deforestasi pada tahun 2018 tercatat sebanyak 3.537 hektare, sedangkan pada tahun 2017 dan 2016, masing-masing tercatat 3.060 dan 3.310 hektare. Sejak tahun 2001, hilangnya tutupan pohon di Karnataka tidak pernah pernah lebih dari angka 3 ribuan hektare kecuali satu tahun di 2007. Pada tahun itu, 4.145 hektare hutan lenyap.

Pada tingkat mikro, penurunan maksimum terlihat di distrik Dakshin Kannada dan Udupi dalam tiga tahun terakhir. Di Dakshin Kannada, deforestasi tercatat di angk 1.109 hektare pada 2016; 955 hektare pada 2017 dan 1072 hektare pada 2018. Di Udupi, angka yang sesuai masing-masing adalah 740 hektare, 857 hektare, dan 665 hektare.

Baca Lainnya : 2018, KLHK Catat Penurunan Deforestasi Sebesar 440 Ribu Hektare 

Diperkirakan, berdasarkan citra satelit NASA, data tersebut berasal dari Global Forest Watch yang merupakan cabang World Resources Institute (WRI), sebuah organisasi non-pemerintah yang berpusat di Amerika Serikat.

Namun demikian, para peneliti WRI tidak memberikan penjelasan tentang kerugian pada saat ini karena mereka membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menganalisis data yang sudah mereka peroleh.

Meski begitu, Karnataka bukan satu-satunya negara bagian yang bermasalah dengan deforestasi skala besar di India selatan. Kerala yang bertetangga dengan negara bagian ini juga mengalami hal serupa pada periode yang sama. 

Sementara itu di negara bagian Malabar, deforestasi juga terjadi. Pada tahun 2016, hilangnya hutan di negara bagian itu mencapai 7.187 hektare; 9,722 hektare pada 2017 dan 6273 hektare pada 2018. Tingkat kehilangan hutan yang demikian tinggi tidak terlihat di Kerala sejak 2001.

Baca Lainnya : Deforestasi Makin Masif, TNC Indonesia Ajak Warga Jaga Kawasan Hutan

Secara keseluruhan, lebih dari 30.000 hektare hutan menghilang dari Karnataka dan Kerala dalam tiga tahun terakhir. Sebagai perbandingan, kerugiannya jauh lebih kecil di Tamil Nadu, Andhra Pradesh, Telangana, Goa, dan Maharashtra.

Sementara menyajikan temuan sebagai satu set peta interaktif dan grafik, para peneliti WRI menandai beberapa poin kunci yang perlu diingat untuk menghindari interpretasi data yang keliru.

Sebagai contoh, “tutupan pohon” didefinisikan sebagai semua vegetasi yang tingginya lebih dari 5 meter, dan dapat berbentuk hutan alam atau perkebunan yang melintasi berbagai kepadatan tajuk, sementara “kehilangan” menunjukkan hilangnya atau mematikan tutupan pohon dan dapat karena berbagai faktor, termasuk pemanenan mekanis, kebakaran, penyakit, atau kerusakan akibat badai.

Meskipun hilangnya hutan tidak serta merta menyamakan deforestasi secara langsung, tidak diragukan ada beberapa kasus di mana deforestasi akibat penebangan atau penambangan merupakan penyebab terbesar hilangnya hutan di wilayah tersebut.

Baca Lainnya : Di Roma, Menteri LHK Paparkan Status Hutan Indonesia dan Strategi Cegah Deforestasi

WRI juga mencatat, wilayah paling hijau di India, timur laut telah secara konsisten kehilangan sejumlah besar tutupan pohon selama 18 tahun terakhir dan kerugiannya telah ganda dalam lima tahun terakhir. 

Kerugian di Timur Laut jauh di atas negara lainnya. Sebagian besar negara bagian kehilangan 15.000-30.000 hektare hutan setiap tahun dan Mizoram pada 2017 mencatat hilangnya hampir 41.000 hektare hutan.

Kehilangan hutan yang mengkhawatirkan di timur laut juga ditangkap dalam laporan terakhir State of Forest yang dirilis oleh Union Environment and Ministry Forest pada Februari 2018 silam.

Untuk negara India secara keseluruhan, hilangnya hutan primer dalam lima tahun terakhir adalah lebih dari 120.000 hektare, yang hampir 36% lebih besar dari kerugian yang terlihat antara 2009 dan 2013. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: