Pertahankan Tradisi Leluhur, Batik Jambi Masih Gunakan Pewarna dari Bahan Alam

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
09 Mei 2019   15:00

Komentar
Pertahankan Tradisi Leluhur, Batik Jambi Masih Gunakan Pewarna dari Bahan Alam

Zainul Bahri pengrajin batik jambi sekaligus pemilik Bahri Batik memperkenalkan Batik Jambi dari pewarna alam (Foto : Trubus.id/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Tradisi turun temurun dari leluhur masih dipertahankan dalam memproduksi Batik Jambi. Di mana sebagian besar produksi Batik Jambi masih menggunakan bahan-bahan dari alam yang masih alami.

“Meski sebagian besar bahan baku masih di datangkan dari Jawa, tapi kita juga memiliki pewarna alam lokal khas Jambi. Karena sejak zaman raja-raja terdahulu pewarnaan pada Batik Jambi menggunakan pewarna alam, jadi kita tetap pertahankan tradisi ini,” kata Zainul Bahri pengrajin Batik Jambi sekaligus pemilik Bahri Batik saat ditemui Trubus.id di Gelar Batik Nusantara 2019 di Jakarta, Kamis (9/5).

Untuk pewarna alam sendiri, bahan yang digunakan pada setiap warnanya berbeda, misalnya untuk menghasilkan warna kuning menggunakan kayu lempato, sendangkan untuk warna biru menggunakan kayu nila atau yang lebih dikenal dengan nama indigofera.

Baca Lainnya : Gelar Batik Nusantara 2019 Bidik Generasi Milenial

“Sementara untuk pewarna merah, Jambi memiliki pewarna alam khusus yang berasal kayu jernang dan akar mengkudu,” tambah Zainul.

Sementara itu, untuk mendapatkan warga coklat, tumbuh-tumbuhan yang digunakan adalah kulit durian.

“Dulunya kita tidak mengenal warna sintetis jadi pewarna alami masih kita gunakan sampai saat ini. cara pembuatan secara tradisional akan tetap kita pertahankan,” urainya lagi.

Dirinya menuturkan bahwa Batik Jambi yang menggunakan pewarna alami lebih diminati konsumen ketimbang warna sintetis.

Baca Lainnya : Kementerian Perindustrian Dongkrak Ekspor Produk Batik

Zainul mengatakan, dalam proses pembuatannya sendiri Batik Jambi yang menggunakan pewarna alami bisa memakan waktu tiga bulan untuk satu kain. Proses pembuatan Batik Jambi dengan pewarna alami cenderung lebih lama, ketimbang pewarna sintetis yang hanya memakan waktu kurang dari seminggu.

“Harga per meter batik tulis ini sendiri bervariasi. Mulai dari Rp700 ribu sampai Rp1 juta per meternya. Hal yang menyebabkan harganya mahal karena menggunakan bahan alami,” pungkas Zainul. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: