10 Individu Macan Tutul Jawa Terekam Kamera di Kawasan Guntur Papandayan

TrubusNews
Syahroni
07 Mei 2019   23:00 WIB

Komentar
10 Individu Macan Tutul Jawa Terekam Kamera di Kawasan Guntur Papandayan

Seekor macan tutul jawa atau Pantera pardus melas yang berhasil tertangkap kamera jebak CI. (Foto : Doc/ Conservation International)

Trubus.id -- Kabar gembira datang dari kawasan Konservasi Guntur Papandayan. Belum lama ini, terdeteksi 10 ekor macan tutul jawa (Pantera pardus melas) di wilayah tersebut. Keberadaan kucing-kucing langka itu berhasil diabadikan oleh kamera jebak yang terpasang di 60 lokasi pada areal seluas 120 kilometer persegi di kawasan konservasi tersebut.

Temuan ini sendiri diperoleh berkat monitoring yang dilaksanakan Conservation Internasional (CI) Indonesia selama periode 2016 sampai akhir 2018. Dalam keterangan pers Ci Indonesia yang dilansir dari Vivanews, survei dijalankan atas kerja sama CI Indonesia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Chevron di Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Guntur Papandayan Jawa Barat. 

Menurut informasi yang dianalisis dari kamera, keberadaan macan tutul Jawa terdeteksi pada ketinggian antara 1.114-2.635 mdpl. Hal ini terjadi karena sebagian besar kawasan KPHK Guntur Papandayan termasuk ekosistem hutan hujan pegunungan dataran tinggi. 

Baca Lainnya : Hewan Misterius Diduga Macan, Dilaporkan Menyerang Warga Sukabumi

Hasil pemotretan juga menunjukkan macan tutul Jawa terdeteksi aktif sepanjang hari, baik pagi-siang-hingga malam hari. Waktu terfoto tertinggi antara jam 6-8 pagi (15 persen) dan terendah pada jam 10-12  (3,3 persen). 

Senior Manager Terrestrial Program CI Indonesia, Anton Ario, mengungkapkan bahwa pihaknya dan BBKSDA membutuhkan waktu melakukan identifikasi yang benar untuk mengetahui jumlah individu macan tutul di Guntur Papandayan, sehingga publikasi baru dapat dilakukan bulan April lalu.

"Setiap individu macan tutul Jawa dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan ukuran tubuh, jenis kelamin dan pola totol di tubuh masing-masing individu," kata Anton.

Berdasarkan hasil identifikasi itu, terdeteksi 10 individu yang terdiri dari 3 individu jantan dewasa, dan 7 individu betina dewasa. Perangkap kamera menghasilkan jumlah total foto satwa sebanyak 1.214 foto, di antaranya macan tutul Jawa sebanyak 83 foto.  

Baca Lainnya : Berkeliaran di Sekitar MCK Warga, Macan Kumbang di Soreang Mati Ditembak

Selama periode pemasangan camera trap di KPHK Guntur Papandayan diperoleh 26 jenis satwa, 21 di antaranya jenis mamalia, dan 5 jenis burung. 

Menurut Anton hasil perangkap kamera menggambarkan bahwa KPHK Guntur Papandayan masih merupakan habitat macan tutul Jawa yang cukup baik, walaupun kawasan itu mendapatkan tekanan dari perambahan hutan dan laju pertambahan penduduk di sekitarnya.

Patut diketahui, Gunung Guntur dan Papandayan adalah bagian dari salah satu lanskap penting bagi kawasan prioritas konservasi di Jawa Barat yang berisi keanekaragaman flora dan rumah bagi beberapa spesies satwa unik dan terancam punah seperti Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis comata), Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) dan Jawa kukang (Nycticebus javanicus). [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: