Jadikan Bulan Ramadan Lebih Bermakna dengan Kurangi Sampah Takjil

TrubusNews
Thomas Aquinus
07 Mei 2019   07:00 WIB

Komentar
Jadikan Bulan Ramadan Lebih Bermakna dengan Kurangi Sampah Takjil

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Trubus Mania bisa menjadikan bulan Ramadan kamu menjadi lebih bermakna dengan mengurangi daftar takjil yang berpotensi menjadi sampah. Hal tersebut dikemukakan oleh salah satu pegiat gaya hidup nol sampah Siska Nirmala yang berbagi kiat agar Ramadan lebih ramah lingkungan, salah satunya adalah dengan menyusun daftar takjil untuk bulan Ramadan dalam rangka mengurangi makanan berlebih yang akhirnya menjadi sampah.

"Susun pola berbuka yang pas dan tidak bikin begah, misalnya dengan satu atau dua jenis takjil dan air putih sudah cukup. Kalau perlu, bikin daftar menu takjil selama 30 hari dan patuhi menu yang sudah kamu buat," ujar Siska, seperti dikutip dari Antaranews.

Siska menyarankan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah tidak berbelanja makanan saat kondisi perut sangat lapar. Menurutnya, jika perut tidak lapar maka nafsu konsumtif berbelanja makanan dapat dikendalikan.

Baca Lainnya : Hari Pertama Ramadan, Dinkes Makassar Gelar Razia Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

Kiat Ramadan yang ramah lingkungan lainnya adalah jangan lupa membawa wadah makan dan botol minum kosong saat membeli takjil, karena ini menghindari semakin menumpuknya sampah plastik.

"Satu wadah saja, dengan bawa wadah makan yang terbatas, kamu juga tidak akan bisa jajan berlebihan," kata dia.

Dengan membawa wadah sendiri maka takjil yang dibeli tidak berlebihan, sehingga selain dapat menghindari sampah plastik juga sekaligus menghindari makanan mubazir karena tidak termakan.

Dirinya juga mengingatkan, sebagai seorang muslim agar selalu mengikuti sunnah rasul dengan berhenti makan sebelum kenyang. Jika memasak, Siska menyarankan masaklah untuk menu berbuka yang disesuaikan dengan kebutuhan sekali berbuka dan sekalian sahur.

Baca Lainnya : Antisipasi Fluktuasi Harga Selama Ramadan, Bulog Borong Telur dari Peternak

"Menu itu dipastikan habis, biasanya kalau disimpan untuk esok hari justru tidak akan dimakan karena saat puasa biasanya ingin makanan yang baru," ujarnya.

Ia juga menyarankan, ketika berbelanja bahan masakan apalagi sayuran usahakan jangan ditumpuk lebih dari satu minggu.

Lebih baik belanja dalam jumlah kecil, tapi sering. Misalnya per 3-4 hari sekali. Hal ini agar bahan masakan dapat dimasak semua tanpa ada yang terbuang.

Baca Lainnya : Jelang Puasa Ramadan, Pasokan dan Harga Pangan di Bangka Belitung Aman

"Intinya, beli makanan yang terencana. Beli yang kita butuh, bukan yang kita mau," katanya.

Siska berpendapat, momen Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mulai mengubah gaya hidup jadi lebih ramah lingkungan.

"Karena sejatinya Ramadan adalah bulan pengendalian diri, menahan segala hawa nafsu, termasuk hawa nafsu konsumtif. Dengan menahan diri dan tak berlebihan, Insya Allah membawa kebaikan. Tidak cuma untuk diri sendiri tapi juga lingkungan," ungkapnya. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: