30 Penyu Dilindungi Hasil Sitaan Polda Kepri Dilepasliarkan di Perairan Natuna

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Mei 2019   12:00 WIB

Komentar
30 Penyu Dilindungi Hasil Sitaan Polda Kepri Dilepasliarkan di Perairan Natuna

Menteri KKP, Susi Pudjiastuti melepasliarkan penyu di perairan Natuna. (Foto : Doc/ KKP)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melepasliarkan sebanyak 30 ekor penyu kategori dilindungi di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (5/5). "Saya mengajak aparat penegak hukum terkait untuk terus bekerja keras melindungi dan menyelamatkan sumber daya laut dari pihak-pihak yang tidak bertangung jawab, khususnya perdagangan ilegal spesies dilindungi," kata Menteri Susi dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/5).

Plt. Direktur Jenderal PSDKP, KKP Agus Suherman menuturkan, sebanyak 25 ekor Penyu Hijau dan 3 ekor Penyu Sisik yang dilepasliarkan merupakan barang bukti kasus pemanfaatan ilegal spesies penyu dilindungi di Batam yang berhasil diungkap oleh Polair Polda Kepri.

Sebelumnya, Polair Baharkam Polri berhasil mengungkap adanya pemanfaatan ilegal spesies penyu dilindungi dan diduga akan diperdagangkan. Setidaknya 148 ekor penyu berhasil diamankan oleh Polair Baharkam Polri, dengan kondisi hidup 118 ekor dan 30 ekor mati. 

Baca Lainnya : Lima Ekor Penyu Raksasa Bertelur di Raja Ampat

Selanjutnya Polair Baharkam POLRI bekerja sama dengan Pangkalan PSDKP Batam, BKSDA Batam, Stasiun Karantina Ikan Batam, dan BPSPL Tanjungpinang melakukan penanganan dengan menempatkan sejumlah 118 ekor penyu hidup di area penangkaran di Pulau Mencaras Batam.

Upaya tersebut juga didukung oleh Asosiasi Dokter Hewan Megafauna Akuatik Indonesia di Batam. Sementara itu, sebanyak 30 ekor penyu mati dilakukan pemusnahan pada 21 April 2019 di tempat pembakaran daging Karantina Pertanian Batam.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Susi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Polair yang berhasil mengungkap pemanfaatan ilegal spesies yang dilindungi dan terancam punah. Selain itu, Menteri Susi mengajak semua pihak untuk peduli terhadap kelestarian dan keberlanjutan sumber daya alam laut Indonesia. 

“Saya mengajak kepada aparat penegak hukum terkait untuk terus bekerja keras melindungi dan menyelamatkan sumber daya alam laut kita dari oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab, lebih khusus perdagangan ilegal spesies dilindungi," kata Menteri Susi.

Baca Lainnya : 18 Ekor Penyu Diselamatkan Pasca Tsunami Selat Sunda

Penyu merupakan salah satu spesies yang dilindungi berdasarkan ketentuan hukum nasional maupun ketentuan internasional karena keberadaannya telah terancam punah. Adapun penyebabnya adalah faktor alam maupun aktivitas manusia. 

Di Indonesia sendiri terdapat enam jenis penyu yang dilindungi pemerintah, yakni, Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Tempayan (Caretta caretta), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Ridel/Abu-abu (Lepidochelys olivacea); dan Penyu Pipih (Natator depressa).

Guna meningkatkan perlindungan terhadap spesies penyu dilindungi, pada 2015 lalu, KKP menerbitkan surat edaran kepada Pemerintah Daerah mulai dari Gubernur dan Bupati untuk meningkatkan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang terkait, disertai pembinaan dalam rangka penyadaran masyarakat guna melindungi penyu dari kepunahan. 

Selain itu, Pemerintah Daerah juga diharapkan melakukan koordinasi dalam rangka pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum untuk pelaksanaan perlindungan penyu, telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya; melakukan perlindungan habitat peneluran penyu; serta melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program perlindungan penyu, telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan:          

Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo Seluas 12 Hektare

Peristiwa   08 April 2020 - 12:55 WIB
Bagikan: