Badai Siklon Fani yang Menerjang India Telah Merenggut 33 Nyawa

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
06 Mei 2019   08:30

Komentar
Badai Siklon Fani yang Menerjang India Telah Merenggut 33 Nyawa

Seorang pria meratapi kerusakan yang terjadi akibat topan Fani di Puri, India. (Foto : Arijit Sen/ Hindustan Times)

Trubus.id -- Meski langkah antisipasi dengan cara mengevakuasi lebih dari 1 juta warga telah dilakukan, namun dahsyatnya badai siklon fani atau topan fani di India tetap tak terelakkan. Tak butuh waktu lama, topan yang pertama kali menerjang negara bagian Odisha, Jumat (3/5) lalu itu kemudian memporak porandakan negara itu.

Dilansir dari Reuters, Senin (6/5), 33 warga tewas akibat kejadian ini. Pejabat setempat bahkan mengatakan, masih ada kemungkinan jatuhnya korban jiwa tambahan.

"Topan telah menewaskan 21 orang di Puri dan sekitar 300 orang terluka," kata Brajabandhu Dash, petugas medis di Puri, kepada Reuters. Sebelumnya, 12 kematian dilaporkan dari bagian lain negara itu.

Baca Lainnya : Antisipasi Datangnya Badai Siklon Fani, 780.000 Warga India Dievakuasi

Tak hanya menewaskan warga, Topan fani juga telah menyebabkan kerusakan parah di Bangladesh. Lebih dari 1.000 rumah telah hancur, dan seluruh desa terendam.

"Ketakutan akan bencana besar sebagian besar sudah berakhir," kata direktur Departemen Meteorologi Bangladesh, Shamsuddin Ahmed, dilansir BBC, Minggu (5/5).

Topan itu menyapu utara-timur dari India ke Bangladesh pada Sabtu (4/5). Akan tetapi masih cukup kuat untuk menenggelamkan puluhan desa di pantai dataran rendah.

Embusan topan itu tercatat hingga 70 km per jam (43mph). Rumah-rumah juga hancur di distrik Noakhali, di mana 30 orang terluka dan dua anak meninggal, satu berusia 12 tahun dan dua tahun.

Baca Lainnya : Badai Siklon Fani Terjang Timur India dan Bangladesh, 6 Orang Dilaporkan Tewas

Sebelumnya pada 1999, sebuah topan super di Teluk Benggala juga menghancurkan pantai Orissa selama 30 jam, dan menewaskan 10.000 orang.

Fani adalah topan musim panas terkuat dalam 43 tahun yang menimpa Odisha, mengganggu pasokan air dan jaringan transportasi, kata menteri kepala negara bagian itu Naveen Patnaik dalam sebuah pernyataan.    

Sejak itu sistem peringatan topan telah meningkat, memberi otoritas lebih banyak waktu untuk mengevakuasi orang. Kepala menteri Orissa menyatakan ini adalah salah satu evakuasi terbesar dalam sejarah manusia. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: