Penenggelaman Kapal Ilegal Fishing Lambungkan PDB Perikanan Indonesia 

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
06 Mei 2019   06:30

Komentar
Penenggelaman Kapal Ilegal Fishing Lambungkan PDB Perikanan Indonesia 

Kapal pencuri ikan diamankan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Foto : Doc/ KKP)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, aksi penenggelaman kapal pelaku Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing  terbukti memberikan dampak positif pada sektor kelautan dan perikanan Indonesia.  Hingga  triwulan III 2018, produksi perikanan kembali meningkat 1,93 persen yaitu mencapai 6.242.846 ton.

"Tercatat bahwa produksi perikanan terus mengalami peningkatan. Di triwulan III 2018, produksi perikanan kembali meningkat 1,93 persen yaitu mencapai 6.242.846 ton," jelas Menteri Susi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Menteri Susi menerangkan, pada triwulan III tahun 2018  Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan juga mencatat kenaikan  mencapai nilai Rp59,98 triliun. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 senilai Rp57,84 triliun. Meskipun, terjadi perlambatan pertumbuhan PDB dari 6,85 persen di triwulan III 2017 menjadi 3,71 persen di triwulan III 2018. 

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti Tenggelamkan 13 Kapal Ikan Ilegal Vietnam

"PDB perikanan mengalami peningkatan di setiap kuartal, begitu pula dengan jumlah produksi perikanan," tambahnya. 

Selain produksi perikanan dan PDB perikanan meningkat, ditambahkan Menteri Susi, berkat ketegasan Indonesia dalam memberantas IUU Fishing selama ini, neraca dagang perikanan Indonesia naik menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Prestasi lainnya juga ditorehkan Indonesia sebagai negara penyuplai ekspor tuna terbesar di dunia. 

Berkaca pada berbagai capaian itu, ia menilai bahwa wacana pelelangan kapal eks ikan asing bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan IUU Fishing di Indonesia. 

"Kalo ikan dilelang okelah. Tapi kalau kapal yang dilelang, kita jual lagi dan dijadikan alat mencuri lagi, akhirnya kita tangkap lagi untuk kedua kali. Apa mau jadi dagelan negeri kita?,” ucapnya. 

Baca Lainnya : Menteri Susi: Kapal Pencuri Ikan Asing yang Tertangkap Harus Ditenggelamkan

Hal itu mengacu pada sejumlah kejadian di mana beberapa kapal yang melanggar hukum dan dilelang, diketahui digunakan kembali untuk menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya pemerintah tidak boleh ragu dan harus bersikap tegas untuk memberikan efek jera pada para pelaku dengan memusnahkan kapal tersebut. 

"Tapi persoalannya kadang-kadang kita ragu, kita tidak 'confident'. Baru dua tahun, oh kenapa ngga dilelang, kenapa ngga sayang itu barang ditenggelamkan. Sedangkan itu harga Rp10 miliar, kalo dilelang Rp1 miliar. Sementara (ikan) yang dicuri satu trip aja dia dapet Rp3 miliar," tambahnya. 

Menteri Susi memimpin langsung pemusnahan kapal ilegal di Perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5) kemarin. Pada kesempatan tersebut, 13 Kapal Perikanan Asing (KIA) ilegal dengan bendera Vietnam ditenggelamkan tanpa menggunakan bahan peledak. Menteri Susi percaya, aksi penenggelaman kapal ikan asing merupakan jalan keluar dari masalah sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang menurun. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: