Kerugian Akibat Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Sulteng Capai Rp18,48 T

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Mei 2019   11:01 WIB

Komentar
Kerugian Akibat Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Sulteng Capai Rp18,48 T

Bangunan rata dengan tanah usai gempa di Palu (Foto : Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Bencana gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter yang menimbulkan tsunami dan juga likuifaksi di Kota Palu dan tiga kabupaten seperti Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, 28 September 2018 lalu menimbulkan kerugian yang sangat fantastis yakni mencapai Rp18,48 triliun.

Tak hanya menimbulkan kerugian besar, tapi peristiwa tersebut juga mengakibatkan 4.340 orang meninggal dunia.

Data terakhir yang dicatat oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kegempaan Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Jumat (3/5), mencatat, Kota Palu mengalami kerugian material sebesar Rp8,3 triliun, Kabupaten Sigi Rp6,9 triliun, Donggala Rp2,7 triliun, dan Parigi Moutong Rp640 miliar.

Dilaporkan pula, kerugian paling besar terjadi di sektor permukiman, di mana hampir seluruh bangunan di sepanjang Pantai Teluk Palu rata dengan tanah karena diterjang tsunami, serta bangunan di daerah Petobo, Balaroa, dan Sibalaya yang terkena likuifaksi serta bangunan lain yang rusak berat dan ringan akibat gempa.

"Dampak dari gempa menyebabkan kegiatan ekonomi terganggu dan hilangnya pendapatan sebagian besar masyarakat, semua kegiatan seakan lumpuh total. Akan tetapi syukurlah kondisi tersebut kini mulai pulih," kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola di Palu, Jumat (3/5) melansir Antaranews.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian Sekretaris Daerah Pemrov Sulteng Bunga Elim Somba pada seminar awal rencana aksi pemulihan ekonomi pascagempa, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak di dalam dan luar negeri yang telah peduli membantu dengan ikhlas, bahu-membahu tanpa kenal lelah, baik moril maupun materil, untuk memulihkan masyarakat dan daerah itu pascagempa.

Dari peristiwa tersebut dirinya berharap, seminar awal rencana aksi daerah pemulihan ekonomi pascabencana di Sulawesi Tengah pada 2019-2021 dapat melahirkan gagasan strategis yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam melakukan rehabilitasi ekonomi sehingga kinerja perekonomian Sulawesi Tengah semakin baik untuk kesejahteraan masyarakat.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: