El Nino Mendekat, Sumsel Petakan Lima Wilayah Rawan Kebakaran Lahan 

TrubusNews
Binsar Marulitua
03 Mei 2019   10:31 WIB

Komentar
El Nino Mendekat, Sumsel Petakan Lima Wilayah Rawan Kebakaran Lahan 

Sejumlah Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan saat memadamkan kebakaran di lahan gambut Sumatera Selatan beberapa waktu lalu. Lima wilayah di Sumsel diprediksi bakal terjadi kebakaran lahan kembali, yakni Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan Banyuasin. (Foto : Dokumentasi KLHK)

Trubus.id -- Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Sumatera Selatan mewaspadai lima wilayah rawan kebakaran lahan, yakni Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan Banyuasin.

Hal ini terkait informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai status aktif El Nino seiring masuknya musim kemarau, yang diperkirakan peningkatan gejala puncaknya pada Juni – Juli – Agustus.

Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel, Kolonel Arh Sonny Septiono, mengatakan kelima wilayah tersebut setiap tahun menyumbang titik api dan menjadi prioritas penanggulangan karena memiliki lahan gambut yang luas.

"Pada dasarnya semua wilayah kami antisipasi, namun azas prioritas tentu kami gunakan, mengingat keterbatasan personel dan peralatan yang ada," ujar Kolonel Arh Sonny Septiono di Palembang, Kamis (3/5).

Menurutnya, saat ini status siaga kebakaran hutan dan lahan sudah diaktifkan, personel dan posko-posko yang beroperasi tahun 2018 dihidupkan kembali sebagai langkah awal peredam sembari menunggu program penanggulangan untuk tahun 2019.

Sebab hingga awal Mei 2019, diakuinya telah terjadi beberapa kali kebakaran lahan gambut meski dalam skala kecil.

Sesuai surat keputusan Gubernur Sumsel, kata dia, Operasi kebakaran hutan dan lahan beroperasi sejak 1 April sampai 31 Oktober 2019, kemungkinan pola-pola operasi tidak banyak perubahan.

"Sementara ini kami rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi antarinstansi melihat perkembangan di lapangan, namun program-program yang baik tahun lalu tentu kami lanjutkan," jelasnya.

Satgas kebakaran Sumsel, kata dia, mengutamakan kesiapan personel dan peralatan dalam operasi serta memaksimalkan pencegahan, yakni dengan sosialisasi intens ke perusahaan ataupun warga sekitar lahan gambut.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Selatan, Pandji Tjahjanto, mengatakan instansinya akan membuat pusat data terpadu untuk mendukung operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

"Pusat data itu akan menampung informasi terbaru dari beragam sumber yang terkait operasi kebakaran hutan dan lahan, bukan sebagai data pembanding satgas, namun mitra berbagi data, jadi tidak ada lagi simpang siur informasi," jelas Pandji.

Ia menambahkan Dinas Kehutanan Sumsel akan meluncurkan pusat data tersebut setelah momen Idul Fitri, seperti dilansir dari Antaranews
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan:          

Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo Seluas 12 Hektare

Peristiwa   08 April 2020 - 12:55 WIB
Bagikan: