Perubahan Iklim yang Kian Ekstrem, Penyebab Bencana Hidrometeorologi di Awal Kemarau?

TrubusNews
Syahroni
03 Mei 2019   06:00 WIB

Komentar
Perubahan Iklim yang Kian Ekstrem, Penyebab Bencana Hidrometeorologi di Awal Kemarau?

Banjir Bengkulu. (Foto : Doc/ BNPB)

Trubus.id -- Beberapa pekan belakangan, serangkaian bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Bencana diawali dengan meningkatnya intensitas hujan meski Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut kalau sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau pada April 2019.

Di Jakarta, banjir melanda sejumlah titik. Ratusan orang terpaksa mengungsi. Bencana hidrometeorologi ini sendiri terjadi karena intensitas hujan yang tinggi di kawasan Bogor, Kamis (25/4) lalu yang menyebabkan sungai Ciliwung meluap. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat, 32 titik di Jakarta terendam. Sementara itu, 2.258 orang terpaksa mengungsi.

Banjir akibat tingginya curah hujan juga melanda Bengkulu sejak Jumat (26/4) lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, korban jiwa yang timbul akibat kejadian ini hingga Rabu (1/5) tercatat sudah mencapai 30 orang. Sementara itu, 6 lainnya masih dinyatakan hilang. Tak hanya itu, banjir juga meluluhlantahkan pemukiman, sawah dan infrastruktur di wilayah itu.

Tak lama berselang, banjir bandang menyapu Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (28/4) malam. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, kemudian mengevakuasi 500 korban dari dua desa di Kecamatan Dolo Selatan yang terdampak banjir bandang. Sebab, ke dua desa ini merupakan lokasi yang paling parah.

Tingginya Curah Hujan di Awal Kemarau dan Perubahan Iklim

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan: