Bupati Sukabumi: Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah Masih Tunggu Kajian

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
02 Mei 2019   12:00

Komentar
Bupati Sukabumi: Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah Masih Tunggu Kajian

Pergerakan tanah di sukabumi (Foto : ANTARA FOTO/Budiyanto)

Trubus.id -- Pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Gunung Batu, RT 1 RW 22 dan RT 3 RW 9, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengakibatkan 109 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 338 jiwa terdampak bencana ini.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami masih menunggu hasil kajian Badan Geologi untuk merelokasi warga ke tempat yang lebih aman. Pasalnya sampai saat ini ahli geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih melakukan kajian di lokasi pergerakan tanah.

“Ahli geologi masih menganalisa di lokasi bencana, jadi pemerintah daerah masih menunggu hasil kajian Badan Geologi, apakah lokasi pergerakan tanah itu masuk zona merah atau tidak,” katanya di Sukabumi, Kamis (2/5) melansir dari Antaranews.

Lebih lanjut diakui Marwan, jika lokasi ditetapkan sebagai zona merah usai dilakukan pengkajian dari Badan Geologi maka warga harus siap untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Meski begitu, dirinya mengatakan, bukan pekerjaan mudah untuk merelokasi warga, sebab pemerintah harus menentukan lokasi baru untuk warga yang direlokasi.

“Lokasi harus strategis serta harus tersedia sarana dan prasarana yang memadai mulai dari sekolahan, pusat pelayanan kesehatan hingga beberapa sarana dan prasarana lainnya,” tambahnya.

Menurut Marwan, yang paling penting adalah pemerintah daerah harus terlebih dahulu melakukan musyawarah kepada warga. Sebab, tujuan utama dilakukannya relokasi adalah untuk menyelamatkan warga yang tinggal di lokasi rawan bencana untuk mendapatkan hunian yang aman.

“Saat ini ratusan warga mengugsi akibat rumahnya rusak terdampak pergerakan tanah,” ucapnya lagi.

Pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada dinas terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi untuk terus bersiaga dan melayani para korban bencana.

"Bantuan darurat untuk warga sudah kami distribusikan termasuk peralatan berupa cangkul, garpu, roda sorong dan paralon air untuk pipanisasi warga," tambahnya.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada warga agar tidak membangun permukiman atau rumah di lokasi rawan seperti di lereng gunung dan bantaran sungai karena bisa memicu terjadinya bencana mulai dari longsor, banjir, hingga pergerakan tanah.

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 02 Mei 2019 - 18:00

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: