Intensitas Hujan Meningkat di Awal Kemarau, Begini Penjelasan BMKG 

TrubusNews
Binsar Marulitua
30 April 2019   10:05 WIB

Komentar
Intensitas Hujan Meningkat di Awal Kemarau, Begini Penjelasan BMKG 

Hujan deras di Jakarta (Foto : Karmin Winarta / Trubus.id)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menyatakan, sebagian besar wilayah di Indonesia memang diprediksi telah memasuki musim kemarau pada April 2019. Tetapi, terjadi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah karena beberapa sebab. 

Salah satu penyebab menurut Kepala Bagian HUmas  BMKG Taufan Maulana adalah  terjadi Intrusi massa udara kering dari Belahan Bumi Utara (BBU) yang melintasi wilayah Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik Timur Filipina.  Selain itu, terdapat intrusi massa udara kering dari Belahan Bumi Selatan (BBS) melintasi wilayah Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT.
 
"Hal ini membuat berkurangnya potensi hujan di wilayah yang dilewatinya namun meningkatkan potensi hujan di depan muka intrusi karena kondisi massa udara lembab/basah," ujar Taufan, Selasa (30/4).

Faktor yang menjadinpenyebab lainnya adalah terdapat sirkulasi siklonik di Utara Jawa Barat (level 925/850), Kalimantan Tengah bagian selatan (level 925/850), dan Maluku Utara (level 925/850) dan belokan angin terdapat di Bengkulu, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara.

"Hujan lebat hari ini berpeluang terjadi di Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Papua," kata Taufan kepada wartawan, Selasa (30/4/2019).

Taufan memberikan penjelasan  pada Senin 29 April 2019 terjadi hujan lebat dan angin kencang di beberapa daerah diantaranya adalah Aceh, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Maluku.

Untuk hari ini wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang meluas ke beberapa wilayah seperti Aceh, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Maluku. 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: