Penanganan Banjir Bengkulu Terkendala Akses Distribusi logistik yang Terputus

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 April 2019   16:00 WIB

Komentar
Penanganan Banjir Bengkulu Terkendala Akses Distribusi logistik yang Terputus

Akses jalan terputus di Bengkulu menyulitkan proses distribusi bantuan. (Foto : Doc/ BNPB)

Trubus.id -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dampak bencana masih akan terjadi walaupun banjir di 9 kabupaten/kota Provinsi Bengkulu telah surut. Selain itu longsor dan banjir dapat berpotensi kembali terjadi jika curah hujan tinggi.

"Dampak bencana susulan yang mungkin timbul adalah munculnya penyakit kulit dikarenakan minimnya air bersih, gangguan ISPA, dan lain-lain," jelas Sutopo seperti keterangan tertuis yang diterima di Jakarta, Minggu (28/4). 

Baca Lainnya : 10 Orang Meninggal Dunia Terdampak Banjir di Bengkulu, Korban Hilang Terus Dicari

Sutopo menjelaskan, kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat saat ini adalah sulitnya untuk menjangkau ke lokasi titik-titik banjir dan longsor dikarenakan seluruh akses ke lokasi kejadian terputus total. Koordinasi dan komunikasi ke Kabupaten/ Kota cukup sulit dilakukan karena aliran listrik juga banyak yang terputus. 

Sementara itu, pendistribusian logistik juga jadi terhambat karena akses jalan banyak yang terputus karena banjir dan longsor. Titik lokasi bencana banjir dan longsor sangat banyak sedangkan jarak antar titik banjir dan longsor berjauhan, sehingga menyulitkan untuk mencapai semua lokasi. 

"Terbatasnya dana/anggaran yang memadai sehingga menyulitkan operasional penanganan bencana," tambahnya. 

Baca Lainnya : Banjir Masih Kepung Bengkulu, Jumlah Pengungsi Sudah Capai 12.000 Orang 

Sutopo menerangkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsian, perahu karet,  selimut, makanan siap saji, air bersih, family kid, peralatan bayi, lampu emergency, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur dan lingkungan, sanitasi, dan tenaga relawan.

BPBD masih melakukan pendataan dampak bencana dan penanganan bencana. Masyarakat dihimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan berintensitas tinggi masih dapat berpotensi terjadi di wilayah Indonesia.

BNPB melaporkan data sementara dampak bencana dari kaji cepat yang dilakukan BPBD Provinsi Bengkulu tercatat 10 orang meninggal dunia, 8 orang hilang, 2 orang luka berat, 2 orang luka ringan, 12.000 orang mengungsi, dan 13.000 jiwa terdampak bencana. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: