Cari Alternatif Pertambangan, Menteri Susi Gagas Penggabungan Bisnis Perikanan dengan Pariwisata di Bangka Belitung

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
26 April 2019   07:09

Komentar
Cari Alternatif Pertambangan, Menteri Susi Gagas Penggabungan Bisnis Perikanan dengan Pariwisata di Bangka Belitung

Menteri Susi Keluatan dan Perikanan, Sudi Pudjiastuti (Foto : Dokumentasi KKP)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, bisnis perikanan harus diarahkan pada industri yang produktif sehingga dapat membuka lebih banyak peluang kerja dan menjadi industri yang berkelanjutan. Salah satunya dapat dilakukan dengan menggabungkan bisnis perikanan dengan industri pariwisata. 

“Kita harus membangun ekowisata, geopark, pertanian, fishery tourism, lalu marine tourism. Itu hal yang bagus karena akan membuka lapangan-lapangan kerja baru. Jadi, bisnis perikanan harus diarahkan kepada industri yang memiliki karakter produktif. Pertambangan saja jika nanti habis, selesai, mau apa? Pariwisata, perikanan itu industri yang produktif. Kalau industri ekstraktif akan ada masa usainya. Kalau timah sudah tidak ada lagi, kita mau apa?,” jelas Menteri Susi di Bangka Belitung, Kamis (25/4),

Menteri Susi dalam keterangan tertulis juga mendorong, agar pemerintah daerah (Pemda) mulai memberikan perhatian lebih pada pembangunan industri serupa yang bersifat produktif untuk menjaga keberlanjutan. 

“Semestinya, semua Pemda saat ini mulai ancang-ancang untuk membangun industri-industri yang karakateristiknya produktif dan tentunya berkelanjutan (sustainable). Kalo tidak ada sustainability, tentu umur industri itu hanya akan bertahan sebentar saja,” ucapnya. 

Di sisi lainnya, Menteri Susi juga mendorong agar para pelaku usaha terus mendorong upaya keberlanjutan industri perikanan sebagai 'renewable resources' yang dilakukan oleh pemerintah selama ini.

Ia menyatakan, upaya pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang terus mendorong larangan praktik-praktik perikanan yang tidak berkelanjutan seperti penggunaan alat tangkap cantrang, trawl, dan bom ikan bukan untuk menyulitkan para nelayan dan pelaku usaha perikanan.

“Nah, makanya adanya pelarangan alat tangkap bom ikan, cantrang, trawl, dan bius itu tidak boleh. Karena bayangkan, satu detonator itu mampu merusak laut berapa meter persegi? Budaya-budaya ini harus kita hilangkan. Sebaliknya, wisata bahari dan perikanan berkelanjutan inilah yang harus kita bangun untuk membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia. Semuanya kembali ke maritim. Wisatanya, perikanannya, energinya,” tegasnya. 

Menurut Menteri Susi,  larangan-larangan itu dilakukan untuk menjaga industri kelautan dan perikanan sehingga sumber daya Indonesia yang kaya hari ini untuk dapat diarahkan pada industri-industri produktif seperti wisata bahari yang akan menguntungkan dalam jangka panjang.

“Kita  memiliki situasi yang berbeda. Kalau tidak dijaga, akan terjadi situasi seperti di Amerika, di mana wilayah-wilayah bekas tambang menjadi kota-kota mati. Yang harus kita pikirkan sekarang, salah satunya saya senang dengan tema wisata lingkungan (eco-tourism). Kita bisa kembangkan juga jadi eco-tourism bahari dan perikanan. Bekas lahan-lahan tambang bisa diarahkan ke hal-hal seperti itu. Jangan sampai nanti kegiatan penambangan sudah selesai, emasnya sudah habis, lahannya jadi tidak terpakai,” ungkapnya. 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: