Unicef: 20 Juta Anak Belum Mendapatkan Vaksin, Wabah Campak Ancam Dunia

TrubusNews
Astri Sofyanti
25 April 2019   22:00 WIB

Komentar
Unicef: 20 Juta Anak Belum Mendapatkan Vaksin, Wabah Campak Ancam Dunia

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-bangsa (Unicef) mencatat, selama delapan tahun belakangan lebih dari 20 juta anak tidak mendapatkan vaksin campak. Kondisi ini tentunya cukup mengkhawatirkan karena dapat memicu meningkatnya wabah campak di dunia.

Campak sendiri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit yang disertai dengan gejala demam tinggi, batuk, flu, mata merah muda, dan ruam ini dapat mengancam nyawa. Dalam beberapa kondisi, campak dapat menyebabkan kebutaan, gangguan pendengaran, dan kerusakan otak.

Mengutip Reuters, Kamis (25/4), Direktur Eksekutif Unicef, Henrietta Fore mengungkapkan bahwa virus campak akan terus menyerang anak yang tidak mendapatkan vaksin.

“Sampai saat ini belum ada ada pengobatan khusus untuk campak. Vaksinasi hanya satu-satunya hal yang mampu menyelamatkan jiwa anak-anak,” ungkapnya.

Baca Lainnya : Laporan Kasus Meningkat 3 Kali Lipat, Dunia Tengah Dilanda Krisis Campak?

Unicef mencatat, sebanyak 169 juta anak bahkan tidak mendapat vaksin campak dosis pertama dalam kurun waktu 2010 hingga 2017. Angka ini setara dengan 21,1 juta anak per tahunnya. Dilaporkan Unicef, sampai saat ini cakupan pemberian vaksin campak tahap pertama di dunia baru mencapai 85 persen pada 2017. Sementara cakupan pemberian vaksin campak tahap ke dua hanya sebesar 67 persen.

Padahal standar yang direkomendasikan pakar kesehatan dunia, minimal anak-anak mendapatkan dua kali tahapan vansin campak demi melindungi mereka dari serangan penyakit dari virus campak.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Unicef, Amerika Serikat (AS) saat ini masih berjuang melawan wabah campak dalam 20 tahun terakhir. Negara adidaya tersebut berada di urutan paling atas dalam daftar Unicef sebagai negara maju dengan cakupan vaksin campak terendah. Tercatat, sebanyak 2.593.000 anak di Amerika Serikat tidak mendapatkan dosis pertama vaksin campak.

Sementara di posisi ke dua ditempati oleh Prancis, menurut data Unicef, negara dengan julukan fasion mode dunia ini tidak memberikan dosis vaksin campak tahap pertama pada 600 ribu anak.

Di negara-negara berkembang, Unicef mencatat, Nigeria menduduki posisi paling atas dengan 4 juta anak tak mendapatkan vaksin campak. Diikuti oleh India dengan 2,9 juta, Pakistan dan Indonesia masing-masing 1,2 juta, serta Ethiopia dengan 1,1 juta.

Baca Lainnya : NKRI Masuk 10 Besar Jumlah Pengidap Penyakit Campak dan Rubella

Imbasnya, wabah campak di seluruh dunia meningkat empat kali lipat pada kuartal pertama tahun 2019. Selain itu, sebanyak 112.163 kasus ditemukan dan meningkat dari periode yang sama pada 2018.

Untuk itu, Fore mendesak Kementerian Kesehatan di setiap negara untuk tak mengabaikan upaya melawan campak. Dirinya menegaskan bahwa penyakit ini memang sangat berbahaya namun bisa dicegah dengan vaksin.

“Kita perlu memvaksinasi setiap anak baik di negara berkembang ataupun maju," ujarnya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, dua dosis vaksin campak sangat penting untuk melindungi anak-anak dari campak. Cakupan vaksin 95 persen diperlukan untuk kekebalan tubuh anak terhadap campak. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

7 Pesan Jokowi kepada Kabinet Indonesia Maju

Peristiwa   23 Okt 2019 - 17:58 WIB
Bagikan: