Peneliti Temukan Spesies Tumbuhan Baru di Kebun Raya Bogor, Apa Saja?

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
25 April 2019   14:30

Komentar
Peneliti Temukan Spesies Tumbuhan Baru di Kebun Raya Bogor, Apa Saja?

Plt. Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian (Foto : Astri Softyanti)

Trubus.id -- Kebun Raya Bogor selama lebih dari dua abad konsisten menjalankan fungsi sebagai benteng terakhir perlindungan tumbuhan. Kebun Raya ini berada di bawah pengelolaan Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 

Hingga saat ini, Kebun Raya Bogor berhasil menyelamatkan 147 spesies dari 437 spesies yang berstatus terancam punah di Indonesia. Sebagai upaya penyelamatan terhadap tumbuhan endemik Indonesia, Kebun Raya Bogor melakukan kegiatan penelitian serta ekspedisi yang hasilnya akan dipamerkan dalam kegiatan Press Tour Penemuan Jenis Baru Begonia, Hoya dan Kemuning.

Upaya konservasi keanekaragaman tumbuhan Indonesia menghadapi tantangan berupa kerusakan habitat alami, eksploitasi berlebihan terhadap alam, serta alih fungsi hutan. 

“Pengungkapan jenis baru tumbuhan berkontribusi penting dalam konservasi tumbuhan, dan memberikan pemahaman baru tentang keanekaragaman jenis tumbuhan Indonesia serta sumberdaya yang kita miliki,” kata Plt. Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian ketika ditemui di Kebun Raya Bogor, Kamis (25/4).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pelaksanaan tugas-fungsi penelitian dan konservasi terus menerus diperkuat, disamping tetap memperhatikan tugas-fungsi lainnya sesuai Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya.

Pada kesempatan tersebut dipamerkan 32 jenis baru Begonia yang telah diterbitkan dalam 21 publikasi ilmiah internasional yang merupakan hasil ekspedisi dan penelitian dalam kurun 10 tahun terakhir.

“Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 400 jenis Begonia dari total 1.924 jenis yang terdapat di kawasan tropis di dunia,” jelas peneliti Begonia Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, Wisnu Aji Handoyo. 

Menurut Wisnu, Begonia tersebar di Sumatera hingga Papua dengan perincian di Sumatera terdapat 63 jenis, Kalimantan (termasuk Sabah dan Sarawak) 197 jenis, Jawa 14 jenis, Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 13 jenis, Sulawesi 51 jenis, Kepulauan Maluku 9 jenis, dan Papua sekitar 80 jenis. 

Sementara itu, jenis baru lain yang dipamerkan adalah tanaman kemuning jenis Murraya cyclopensis Astuti & Rugayah yang ditemukan di Cagar Alam Kemiri Said, Pegunungan Cyclops, Papua oleh I Nyoman Lugrayasa dari Kebun Raya Bali pada tahun 2001. Awalnya jenis ini diidentifikasikan sebagai Murraya paniculata namun setelah menghasilkan bunga dan buah ternyata bukan termasuk jenis Murraya paniculata sehingga diubah namanya menjadi Murraya sp.

Peneliti Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, Inggit Puji Astuti kemudian melakukan penelitian lebih lanjut sehingga disimpulkan bahwa ini jenis baru dan diberi nama Murraya cyclopensis

“Jenis baru ini mirip dengan Murraya paniculata (L) Jack pada karakter vegetatif dan struktur bunganya,” ujar Inggit.

Ia menambahkan, perbedaannya, adanya bulu pada ranting, rakis (sumbu utama tangkai daun majemuk menyirip) dan tangkai daun. “Selain ukuran bunganya lebih kecil, buahnya membulat dan berwarna merah serta bijinya yang membundar berbulu pendek, lebat serta mempunyai aril yang menutupi biji berwarna merah,” tambahnya.

Selain itu juga telah ditemukan sebanyak 10 jenis baru tanaman Hoya hasil penelitian selama tahun 2014 hingga tahun 2019. Sebanyak 9 jenis sudah dipublikasikan di berbagai jurnal internasional serta satu jenis yang masih dalam proses yang diharapkan dapat dipublikasikan di tahun ini. 


 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 25 April 2019 - 20:57

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan: