Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan, Ganti Pestisida dengan Bebek Pembasmi Hama

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
22 April 2019   22:00

Komentar
Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan, Ganti Pestisida dengan Bebek Pembasmi Hama

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Hari Bumi merupakan sebuah momentum bagi umat manusia untuk memahami akan pentingnya menjaga lingkungan dari kehancuran. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan peran serta semua pihak. Dari kawasan perkotaan, sampah yang jadi persoalan. Sementara di sektor pertanian, penggunaan pestisida yang bisa merusak lingkungan juga harus segera dicari solusinya.

Di Jepang, penggunaan pestisida sudah mulai tergantikan. Para petani di Negeri Sakura tersebut mulai sadar akan pentingnya lingkungan dan bahaya pestisida bagi keberlangsungan pertanian mereka. Untuk itu, sebagai pengganti pestisida, sudah mulai banyak petani di negeri itu yang memanfaatkan bebek. Yah, metode ramah lingkungan ini pertama kali diperkenalkan petani di Jepang.

Baca Lainnya : Profesor dari Jepang Tawarkan Sistem Pengelolaan Gambut Ramah Lingkungan

Dilihat dari video World Economic Forum (22/4), petani di Jepang kabarnya mengganti peran pestisida dengan bebek sebagai pembasmi hama. Ada jenis bebek khusus yang dilepas ke area sawah. Cara kerjanya cukup sederhana. Petani melepas bebek-bebek ini di lahan pertanian mereka. Bebek-bebek ini kemudian akan melahap serangga dan biji gulma yang mereka temui. Bahkan benih gulma juga mereka makan sehingga mengurangi kehadiran gulma ke depannya.

Penerapan metode ini bahkan juga berdampak positif untuk padi yang tengah ditanam. Padi ini kabarnya lebih tahan terhadap badai dan cuaca ekstrem. Namun penggunaan bebek sebagai pengganti pestisida bukan tanpa kendala. Satu-satunya kendalanya adalah ketika bebek-bebek itu sudah mulai gemuk. Bebek bisa saja menginjak dan merusak padi sehingga dibutuhkan kehadiran bebek baru setiap tahun.

Baca Lainnya : Resmi Diluncurkan, Berikut Ini 4 Solusi IoT Nokia untuk Lingkungan dan Pertanian

Diansir dari The Guardian, salah satu petani yang telah menerapkan metode pertanian bebek adalah Takao Furuno. Dengan memanfaatkan bebek di lahan pertaniannya yang berada di desai Keisen, pulau Kyushu, Jepang, Furuno bisa memangkas biaya pertanian dan meningkatkan hasil akhirnya 3 kali lipat dari petani lain yang menggunakan pupuk kimia. Furuno juga bisa menambah penghasilan dengan menjual bebek-bebek yang beratnya sudah cukup.

Menurut Furuno kehadiran bebek di sawah mampu mengoksidasi air dan mengaduk tanah dengan alami. Kotoran bebek juga bersifat sebagai pupuk alami yang menyuburkan padi. Tak heran pertanian dengan bebek ini juga dicontoh banyak negara lain seperti Korea Selatan, China, Thailand, dan Iran. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: