Peringati Hari Bumi, LIPI Lakukan Riset Optimalisasi Potensi Hayati dan Ekonomi Laut

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
22 April 2019   16:00

Komentar
Peringati Hari Bumi, LIPI Lakukan Riset Optimalisasi Potensi Hayati dan Ekonomi Laut

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko (Foto : Astri Sofyanti/Trubus.id)

Trubus.id -- Melalui momemtum peringatan Hari Bumi setiap tanggal 22 April, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajak untuk bergerak bersama mengoptimalkan potensi laut Indonesia. Sebab, laut Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat.

Riset, termasuk aktivitas dan infrastrukturnya, berperan penting dalam memberikan landasan pengelolaan laut Indonesia secara berkelanjutan yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa. 

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki 17.499 pulau, lautan dengan luas 3,25 juta km2 dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Data dari United Nations Development Programme (UNDP) menyebutkan perairan Indonesia sebagai habitat bagi 76 persen terumbu karang dan 37 persen ikan karang dunia.

LIPI melalui Pusat Penelitian Oseanografi memiliki tanggung jawab melakukan optimalisasi potensi laut Indonesia melalui kegiatan riset dan pengembangan. “LIPI membuka peluang untuk kolaborasi pemanfaatan infrastruktur dan sumber daya manusia riset, termasuk pemanfaatan kapal riset untuk kegiatan penelitian dan ekspedisi,” jelas Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, Senin (22/4).

Diakuinya, kolaborasi secara alamiah akan menciptakan ekosistem riset. “Tidak hanya fokus ke hasil akhir namun juga pelibatan berbagai pihak dalam proses riset yang dilakukan LIPI sehingga secara alamiah akan terbentuk ekosistem riset nasional,” sambungnya.

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI pada tahun ini menjadikan kajian kesehatan terumbu karang dan ekosistem laut sebagai fokus program riset. “Tahun ini ada 17 lokasi yang akan dipantau. Dari hasil monitoring berkala pada banyak lokasi yang menyebar di sekitar 40 lokasi telah dikembangkan indeks kesehatan karang dan dalam waktu dekat juga akan dikembangkan indeks kesehatan untuk mangrove dan lamun,” kata Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah. 

Dirinya menjelaskan, LIPI juga secara khusus melakukan penelitian pada beberapa spesies laut yang dikategorikan terancam punah.

Sementara itu, Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Puji Rahmadi menjelaskan potensi kelautan Indonesia yang sangat besar ini butuh pengaturan yang baik agar pemanfaatan dapat optimal dan lestari.

“Kegiatan riset merupakan usaha optimalisasi dalam memanfaatkan potensi laut Indonesia Laut Indonesia memiliki sumber daya air, ikan, karang, lamun, mangrove dan berjuta biota lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi bahkan menjadi sumber penghidupan masyarakat,” urainya.

Dirinya menghitung, potensi kekayan laut Indonesia pada tahun 2018 mencapai lebih dari 1.700 triliun rupiah yang hampir setara dengan pendapatan APBN Indonesia pada tahun yang sama. 

“Berdasarkan perhitungan kasar, 30-40% laut Indonesia yang baru teroptimalkan. Kekayaan laut ini bisa saja tidak menjadi optimal jika tidak adanya usaha menjaga laut,” papar Puji. 

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 22 April 2019 - 16:54

permisi ya numpang promosi bo kelinci99 WA : +85581511017

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: