BMKG Kembali Keluarkan Status Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua
22 April 2019   13:30 WIB

Komentar
BMKG Kembali Keluarkan Status Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia

Gelombang tinggi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk beberapa wilayah di Indonesia dalam empat hari ke depan, Senin (22/4) hingga Kamis (25/4).

BMKG menjelaskan gelombang tinggi tersebut akibat pola tekanan rendah 1004 hPa di Samudra Hindia barat Bengkulu, Pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya dari Timur Laut – Tenggara dengan kecepatan 3 - 20 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya dari Timur - Selatan dengan kecepatan 3 - 25 knot. 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan selatan Jawa hingga Sumba, Laut Sawu, Samudera Hindia selatan Jawa hingga selatan NTT, Laut Arafuru, Perairan Kep. Letti hingga Tanimbar, Laut Jawa, Laut Flores, dan Laut Banda dan Kep. Sangihe - Talaud. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Status hati- hati ditetapkan untuk beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 1.25-2.5m (sedang), seperti Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan P. Sawu, Laut Sawu, Perairan Kupang-P. Rote, Laut Timor Selatan NTT, Selat Karimata bagian Selatan, Laut Jawa, Perairan Utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean, Selat Makassar bagian Selatan, Laut Sumbawa, Perairan Kep. Selayar bagian Timur, Laut Flores dan Laut Banda, Perairan Kep. Baubau hingga Wakatobi, 

Selanjutnya, perairan Kep. Letti hingga Tanimbar, Perairan Selatan SeKep. Kei hingga Aru, Laut Arafuru, Laut Sulawesi bagian Tengah hingga Timur, Perairan Kep. Sangihe-Talaud, Perairan Timur Bitung, Laut Maluku bagian Utara dan Laut Halmahera, Perairan Utara hingga Timur Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Biak, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Sedangkan untuk status waspada, beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 2.5-4.0 (tinggi), di antaranya Perairan Barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano-Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan P. Jawa hingga P. Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Selat Sumba bagian Barat, dan Perairan Selatan P. Sumba.

Terkait potensi gelombang tinggi tersebut, nelayan diimbau untuk berhati-hati dan memperhatikan risiko keselamatan pelayaran. Beberapa moda transportasi yang rawan di antaranya perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar selalu waspada. Jika terjadi gelombang tinggi, segera berlari menjauh ke tempat yang lebih tinggi dan aman.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: