Djunijanti Peggie, Dedikasikan Separuh Hidupnya untuk Meneliti Kupu-Kupu

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
21 April 2019   06:20

Komentar
Djunijanti Peggie, Dedikasikan Separuh Hidupnya untuk Meneliti Kupu-Kupu

Peneliti bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI. (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Hari Kartini yang diperingati tiap tanggal 21 April setiap tahunnya merupakan momentum yang tepat untuk mengingat kembali kontribusi perempuan hebat yang memperjuangkan hak-haknya.

Memperingati Hari Kartini tahun ini, ada sosok perempuan berprestasi yang mendedikasikan separuh hidupnya untuk meneliti kupu-kupu. Perempuan ini merupakan seorang Doktor kupu-kupu pertama Indonesia lulusan Cornell University, Amerika Serikat. Namanya Djunijanti Peggie.

Ibu tiga anak ini menghabiskan separuh hidupnya untuk meneliti sistematika kupu-kupu dari peneliti bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI. Dirinya bergabung ke LIPI sejak Tahun 1990. Ketika itu ia mengaku belum ada peneliti di Museum Zoologi Bogor yang khusus menangani kupu-kupu.

“Saat itu saya mengambil kesempatan kalau boleh ingin meneliti tentang kupu-kupu Indonesia. karena saat itu buku-buku tentang kupu-kupu Indonesia belum ada,” kata peggie saat ditemui Trubus.id di Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Diakui Peggie dirinya dapat belajar berbagai hal dari kupu-kupu. “Dari hal yang tidak pernah terbayangkan dapat terjadi sungguhan dan dialami oleh kupu-kupu,” lanjut Peggie.

Bahkan karena profesinya sebagai peneliti kupu-kupu Indonesia, Peggie rela meninggalkan keluarganya selama berminggu-minggu untuk meneliti kupu-kupu di habitatnya.

“Biasanya dalam setahun saya pergi meneliti kupu-kupu Indonesia bisa satu sampai dua kali,” tambahnya.

Dirinya mengaku, setiap kali melakukan penelitian, bisa menghabiskan waktu tujuh sampai 10 hari lebih. Otomatis ia meninggalkan suami dan ketiga anaknya. Meski kerap berpergian, tapi Peggie tak pernah mendapat keluhan dari keluarganya. Ia mengatakan, keluarganya mendukung apa yang ia kerjakan.

Meski meninggalkan keluarga, Peggie merasa senang setiap kali melakukan penelitian. Ia mengaku sejak dulu sangat mencintai alam sehingga ia menikmati perjalanan meski menempuh jarak jauh, menyusuri sungai di dalam hutan liar hingga mendaki gunung tinggi.

Bahkan empat tahun lalu, ia bersama peneliti kupu-kupu lainnya pernah menemukan spesies kupu-kupu terbesar di Indonesia dan terbesar ke dua di dunia di Pulau Seram yakni Ornithoptera Goliath.

“Banyak orang yang bertanya-tanya, buat aoa susah-susah melakukan penelitian,  tapi saya sangat menikmatinya dan itu juga menjadi bagian dalam eksplorasi kita untuk menemukan spesies kupu-kupu yang langka,” urainya.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: