Ilmuwan USU LakukanPenelitian Soal Ekosistem Hutan Bakau

TrubusNews
Reza Perdana | Followers 0
20 April 2019   21:00

Komentar
Ilmuwan USU LakukanPenelitian Soal Ekosistem Hutan Bakau

Muhammad Basyuni dan kolega (Foto : Reza Perdana)

Trubus.id -- Kondisi hutan bakau di Sumatera Utara (Sumut) yang semakin mencemaskan dan memprihatikan menjadi salah satu alasan bagi Muhammad Basyuni melakukan penelitian tentang ekosistem hutan bakau.

Di bawah kemitraan DIPI/LPDP dan UK Research and Innovation, peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU) ini melakukan tiga hal dalam penelitian tentang ekosistem hutan bakau.

“Pertama penelitian tentang apa yang terjadi di alam dengan menyediakan tempat, yaitu rumah kaca. Kita ingin melihat pertumbuhan dari semai dan dari berbagai tumbuhan mangrove yang ada di Sumut,” kata Basyuni, Sabtu (20/4).

Ia melakukan stabilitas semai dari tumbuhan mangrove tersebut, sehingga bisa melihat serta mengukur dampaknya pada erosi.

“Lalu kedua penelitian tentang jasa lingkungan yang diberikan oleh mangrove, terutama untuk kesejahteraan masyarakat dan untuk perikanan,” jelasnya.

Ia menuturkan, penelitian yang ketiga yaitu melihat citra perubahan tutupan lahan yang terjadi pada tumbuhan mangrove di Sumut dahulu dan juga saat ini.

“Penelitian tersebut dilakukan dalam waktu tiga tahun. Sejauh penelitian yang sudah dilakukan kondisi mangrove di Sumut mengalami kerusakan sebagian besar dikaitkan karena konversi mangrove menjadi peruntukan yang lain,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, selain itu kegiatan rehabilitasi yang dilakukan kurang berhasil. Oleh karena itu ia memperkenalkan bagaimana kegiatan rehabilitasi dengan pemilihan spesies yang baik.

“Dengan penelitian seperti ini kita akan mendapatkan hasil, masing-masing spesies mangrove memiliki karakteristik sendiri, sehingga perlu ketepatan pemilihan jenis agar program rehabilitasi atau restorasi bisa berhasil,” ungkapnya.

Ia menerangkan, untuk perairan di Sumut, spesies manggrove tergantung substratnya dan juga tergantung dari kondisi fisik di lingkungannya.

“Hasil penelitian ini sudah menunjukkan mana spesies manggrove yang cocok. Dari penelitian ini kita sudah tahu nanti lokasi mana yang cocok untuk jenis dari masing-masing spesies,” terangnya.

Di Sumut ada lebih dari 40 spesies mangrove. Untuk Sumut, menurut studi yang telah dilakukan, Langkat menjadi daerah dengan mangrove yang paling rusak.  

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 21 April 2019 - 15:44

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 WA : +85581511017

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: