Heroik, Gaya Menteri Susi Saat Ringkus 7 Kapal Pencuri Ikan Berbendera China

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
20 April 2019   11:00

Komentar
Heroik, Gaya Menteri Susi Saat Ringkus 7 Kapal Pencuri Ikan Berbendera China

Menteri Susi ikut dalam operasi pemberantasan kapal pencuri ikan di laut Natuna (Foto : Dok. KKP)

Trubus.id -- Baru-baru ini gaya heroik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang turun langsung ke laut dalam operasi pemberantasan kapal pencuri ikan (illegal fishing) di Laut Natuna Utara Kepulauan Riau menjadi perbincangan.

Operasi pemberantasan kapal pencuri ikan yang didukung armada TNI Angkatan Laut KRI Usman Harun, Menteri Susi berhasil mendeteksi keberadaan 7 (tujuh) kapal perikanan asing berbendera China yang sedang melintas di Laut Natuna Utara.

Sikap heroik Menteri Susi itu diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman. Ia mengungkapkan, setelah berhasil dideteksi melalaui radar, KRI Usman Harun mengejar ketujuh kapal tersebut. Kemudian dilakukan penghentian dan pemeriksaan terhadap 7 (tujuh) kapal atas nama Zhong Tai

"Hasil pemeriksaan menunjukkan, ketiga kapal tersebut dalam pelayaran dari China menuju Mozambiq serta seluruh alat tangkap yang dimiliki tersimpan di dalam palka serta tidak ditemukan adanya hasil tangkapan. Sehingga, dari hasil pemeriksaan tidak terdapat bukti awal untuk menduga kapal-kapal tersebut melakukan illegal fishing di perairan Indonesia," demikian disampaikan Agus dalam siaran pers yang diterima Trubus.id, Sabtu (20/4).

Sementara itu, berdasarkan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan menyebutkan bahwa setiap kapal penangkap ikan berbendera asing yang tidak memiliki izin penangkapan ikan selama berada di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia, wajib menyimpan alat penangkapan ikan di dalam palka.

Apabila ditemukan kapal penangkap ikan berbendera asing yang tidak memiliki izin penangkapan ikan, yang selama berada di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia tidak menyimpan alat penangkapan ikan di dalam palka maka dapat dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Namun sanksi yang lebih berat dapat dijatuhkan apabila ditemukan kapal perikanan asing melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia tanpa izin penangkapan ikan. Sanksi yang dapat dikenakan yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah).

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 20 April 2019 - 15:56

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: