Menilik Perjalanan Panjang Anjing Kintamani untuk Mendapat Pengakuan Dunia

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
18 April 2019   21:30

Komentar
Menilik Perjalanan Panjang Anjing Kintamani untuk Mendapat Pengakuan Dunia

Anjing Kintamani resmi mendapat pengakuan dunia sebagai anjing ras asli Indonesia. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dari ratusan ras anjing di dunia, Indonesia patut berbangga karena memiliki satu ras anjing yang sudah diakui dunia. Anjing khas Bali itu adalah anjing Kintamani. Anjing Kintamani berasal dari Desa Sukawana, Kintamani, di kaki Gunung Batur, Bali. Karena hidup di daerah sejuk cenderung dingin, ras ini memiliki bulu tebal.

Sebelumnya banyak pihak yang menyangka bahwa anjing ini berasal dari persilangan ras antara anjing chow-chow dengan anjing lokal. Tapi hasil penelitian oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali, yang diketuai  Dr. Drh. Ketut Puja, membuktikan bahwa ras anjing Kintamani merupakan ras asli Indonesia.

Terbentuk oleh kebiasaan hidup di hutan pegunungan, anjing Kintamani mempunyai sifat tangkas dan tingkat kewaspadaan yang tinggi, sehingga dapat diandalkan untuk menjadi anjing penjaga yang baik. Seperti anjing pada umumnya, anjing Kintamani setia pada orang yang merawatnya. Namun yang istimewa adalah daya ingatnya yang kuat. Anjing ini juga ramah dan senang bersahabat, sehingga cocok dijadikan teman dan tinggal di dalam rumah.

Ciri-ciri Fisik

Secara fisik, tubuh anjing Kintamani berukuran kecil hingga sedang. Ia juga memiliki bulu kerah (bulu di bagian leher hingga dada atau badong menurut istilah  Bali) yang panjang dan lebat. Kekhasan lain adalah buntutnya yang bersurai, membentuk sudut 45 derajat atau half moon, sehingga penampilannya tampak anggun.

Bentuk mata anjing Kintamani indah seperti buah almond yang berwarna cokelat muda kekuningan. Dengan mata seperti itu, wajah anjing ini jadi terlihat menggemaskan sekaligus lembut. Anjing Kintamani juga bisa dikenali dari bentuk telinganya yang berukuran sedang yang tegak menatap langit.

Dari bentuk kepala, anjing Kintamani bisa dikenali dengan melihat kepala bagian atasnya yang lebar dengan dahi dan pipi datar. Moncongnya proporsional dan kuat. Anjing ini juga memiliki gigi-gigi kuat dengan gerakan gigi seperti menggunting serta memiliki bibir berwama hitam atau cokelat tua.

Sementara itu, warna rambut pada Anjing Kintamani dapat dikelompokkan menjadi 4 macam yaitu: Warna rambut putih sedikit kemerahan dengan warna coklat-kemerahan pada telinga, rambut di bagian belakang paha dan ujung ekornya. Warna hitam mulus atau dengan dada putih sedikit.

Warna coklat muda atau cokiat tua dengan ujung moncong kehitaman, sering disebut oleh masyarakat sebagai warna Bang-bungkem. Warna dasar coklat atau coklat muda dengan garis-garis warna kehitaman, yang oleh masyarakat disebut warna poleng atau anggrek.

Dari segi ukuran, anjing Kintamani jantan mempunyai tinggi 45 cm sampai 55 cm dan anjing betina 40 cm sampai 45 cm. Kaki agak panjang, kuat dan lurus jika dilihat dan depan atau belakang. Tumit tanpa tajir, gerakan kaki ringan. Ekor memiliki rambut yang bersurai, posisinya tegak membentuk sudut 45 derajat atau sedikit melengkung tetapi tidak jatuh atau melingkar di atas pinggang atau jatuh ke samping. Makin panjang rambut ekor makin baik.

Di luar ciri fisik, anjing Kintamani dikenal karena memiliki sifat pemberani, tangkas, waspada dan curiga yang cukup tinggi. Anjing jenis ini merupakan jenis anjing penjaga yang cukup handal. Ia juga pengabdi yang baik terhadap pemiliknya, loyal terhadap seluruh keluarga pemilik dan tidak lupa pada pemilik atau perawatnya.

Namun demikian, sebagai anjing penjaga, anjing Kintamani juga bisa menyerang. Anjing ini suka menyerang anjing atau hewan lain yang memasuki wilayah kekuasaannya dan juga menggaruk-garuk tanah sebagai tempat perlindungan. Pergerakannya bebas, ringan dan lentur sehingga sangat cocok dijadikan anjing pekerja yang bertugas menjaga lahan pertanian.

Anjing Kintamani Resmi Diakui Dunia

Belum lama ini, kabar bahagia datang dari dunia internasional terkait ras anjing Kintamani. Anjing khas Bali, ini baru saja diresmikan sebagai anjing ras asli Indonesia oleh Federation Cynologique Internationale (FCI) yang berpusat di Belgia.

Tak mudah untuk mendapat pengakuan ini. Butuh proses panjang hingga anjing Kintamani mendapatkan pengakuan ini. Proses penetapan ras asli ini terbilang rumit, karena harus memenuhi sejumlah syarat yang ketat. Diperlukan waktu kurang lebih 2 tahun untuk proses verifikasi oleh FCI. Namun Indonesia s ebenarnya sudah memperjuangkan agar anjing Kintamani diakui dunia sejak tahun 1985 silam melalui kontes-kontes anjing yang pertama kali di digelar di Universitas Udaya.

Anjing kitamani sendiri mulai diajukan kembali menjadi anjing ras asli Indonesia oleh Indonesia Kennel Klub (IKK) pada tahun 2017 lalu. IKK adalah organisasi yang diakui pemerintah dan berwenang menetapkan silsilah anjing dengan misi melestarikan ras murni anjing Indonesia.

Namun untuk mengajukan hal itu, IKK harus mengumpulkan sampel darah anjing Kintamani sebagai syarat yang mutlak dibutuhkan untuk mencari kemurnian rasnya. Ketua IKK, Benny Kwok Wie Sioe mengatakan, untuk memenuhi syarat tersebut, puluhan ahli dan relawan diterjunkan. Darah dari 2 ribu ekor anjing kintamani dikumpulkan selama 2 tahun perjuangan menuju pengakuan itu.

“Selama dua tahun kami mengumpulkan sampel darah dari 2 ribu ekor anjing kintamani. Itu melibatkan puluhan orang. Ada ahli juga di dalamnya,” jelas Benny dilansir dari Kompas.com.

Selain sampel darah, ahli dari FCI juga berkewajiban turun ke lapangan untuk melakukan penelitian secara langsung. Penelitian darah untuk mengetahui kemurnian dan apakah ada penyakit turunan yang terkandung dalam darah.

“Kalau ada penyakit yang bisa diturunkan ke anaknya maka tidak lolos,” terang Benny.

Selain itu, untuk mengetahui kemurnian darah berarti harus melihat darah dari delapan keturunan dari delapan garis Induk berbeda. Satu ekor anjing bisa beranak pada usia lebih dari satu tahun. Diperlukan waktu lebih dari 10 tahun untuk mencapai keturunan ke delapan. Untuk itulah IKK harus bekerja keras mengumpulkan 2.000 sampel darah.

Sampel – sampel tersebut kemudian diajukan ke IKK, hingga terbit sertifikat pengakuan anjing Kintamani sebagai ras asli pada 20 Februari 2019 silam. Menurut Benny, pengakuan ini sangat penting bagi Indonesia karena sebagai negara besar, akhirnya Indonesia memiliki anjing ras asli yang diakui dunia.

Peranan Pemerintah 

Pengakuan dunia atas anjing kintamani diapresiasi pemerintah. Kementerian pertanian, melalui Dirjen PKH Kementan, I Ketut Diarmita mengatakan, pengakuan ini diharapkan daoat mengangkat minat masyarakat untuk mengembangkannya ke depan.

"Saya berharap pengakuan FCI ini akan mengangkat minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara sekaligus mengembangkan Anjing Kintamani ke depan," ujarnya saat menghadiri penyerahan sertifikat pengakuan FCI pada Gubernur Bali, 13 April lalu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap proses pengakuan FCI dan pengembangan Anjing Kintamani, Ketut menjelaskan bahwa Kementan pada tahun 2014 telah menerbitkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 581/kpts/sr.120/4/2014 tentang Penetapan Rumpun Anjing Kintamani sebagai rumpun anjing lokal Indonesia dan berkembang biak secara turun temurun di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

"Anjing Kintamani yang telah mendunia ini perlu dikembangkan dan dipromosikan secara terus menerus sehingga tidak hanya membanggakan tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang memelihara dan mengembangkannya. Saya juga mendorong agar Anjing Kintamani ini segera didaftarkan melalui Domestic Animal Diversity - Information System (DAD-IS) yang dikelola oleh FAO sebagai salah satu organisasi di bawah PBB yang menyediakan ruang khusus terkait pencatatan atau koleksi informasi dari seluruh sumber daya genetik dengan sumber daya genetik dibidang pertanian (tanaman dan ternak/hewan) dari seluruh dunia," tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster juga mengatakan, Pemda Bali Bali akan segera menyiapkan regulasi sebagai dasar dalam perlindungan dan budidaya Anjing Kintamani agar selalu terjaga kemurnian genetiknya.

"Saya minta Dinas PKH Bali segera mendata jumlah Anjing Kintamani di Bali melalui pelibatan desa adat, dan ke depan saya minta ada promosi terkait Anjing Kintamani ini melalui festival ataupun kontes," tambahnya.

Selain aspek pengembangan dan perlindungan, serta promisi, Koster juga berpesan agar diperhatikan juga aspek kesehatannya, khususnya dari ancaman penyakit anjing gila (rabies) dengan terus menerus meningkatkan kegiatan pemberantasan rabies dan berkoordinasi dengan Kementan. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 19 April 2019 - 20:56

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan: