LIPI Kembangkan Bioplastik dari Limbah Biomassa yang Dapat Terurai Dalam 180 Hari

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
18 April 2019   17:00

Komentar
LIPI Kembangkan Bioplastik dari Limbah Biomassa yang Dapat Terurai Dalam 180 Hari

Bioplastik dari singkong. (Foto : CNN Indonesia)

Trubus.id -- Menurut data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS), setiap tahunnya 64 juta ton sampah plastik dihasilkan Indonesia. Angka tersebut termasuk sampah kantong plastik yang jumlahnya mencapai 85 ribu ton.

Melihat kondisi tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus konsisten melakukan riset mengenai pemanfaatan limbah biomassa untuk menciptakan bioplastik yang ramah lingkungan. Pengembangan bioplastik, kaitannya dengan tanaman, selulosa diperoleh dari tanaman, hewan dan non tanaman.

Saat ini konsumsi kantong plastik yang digunakan masyarakat masih tinggi meski beberapa regulasi dikeluarkan untuk mengurangi penggunaannya. Kesadaran untuk mengurangi penggunaan kantong plastik terus digaungkan lantaran plastik sangat sulit diurai.

Baca Lainnya : Plastik Ramah Lingkungan Dari Pati Singkong Bisa Terurai Hanya Dalam 2 Bulan

"Berdasarkan data dari Globe Bussines Indonesia, konsumsi kantong plastik rata-rata setiap orang mencapai 700 kantong per tahun. Sementara produksi plastik Indonesia mencapai 4000 ton per tahunnya," kata Myrtha Karina Sancoyorini, Profesor Riset Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI saat ditemui di Bogor, Kamis (18/4).

Sementara itu dirinya menjelaskan, konsumsi ke dua setelah plastik yang juga mengancam lingkungan adalah styrofoam, diikuti oleh tali rafia. Menurutnya kedua benda yang sering digunakan masyarakat ini lebih sulit terurai.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, pemakaian kantong plastik setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Bahan dasar pembuatan kantong plastik sendiri adalah dari minyak bumi/fosil. Sementara jumlah fosil telah menipis. 

Baca Lainnya : Viral, Video Plastik Ramah Lingkungan Asal Indonesia Larut dalam Air

"Karena pemakaiannya, diperkirakan sumber minyak bumi di Indonesia akan habis pada 2028 mendatang," ujar perempuan yang mendapatkan gelar Profesor Riset LIPI pada 2016 lalu itu.

Untuk itu dirinya mengatakan perlu ada alternatif lain yakni dengan cara memproduksi bioplastik yang ramah lingkungan. Keuntungan menggunakan bioplastik dibandingkan dengan kantong plastik yang masih banyak beredar saat ini adalah akan hancur secara alami menjadi CO2 ataupun HO2 dalam jangka waktu yang relatif singkat.

"Sejumlah kantong plastik ramah lingkungan (bioplastik) akan hancur dalam 180 hari. Bioplastik ini terbuat dari tanaman ataupun dari mikroba," tandasnya. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 18 April 2019 - 19:58

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan: