Pertahankan Kearifan Lokal, Tinta Pemilu di 3 TPS Cirebon Diganti dengan Sari Kunyit

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
17 April 2019   10:00

Komentar
Pertahankan Kearifan Lokal, Tinta Pemilu di 3 TPS Cirebon Diganti dengan Sari Kunyit

3 TPS di 2 Desa di Kota Cirebon ganti tinta pemilu dengan sari kunyit. (Foto : Liputan6)

Trubus.id -- Hari ini, masyarakat Indonesia di seluruh penjuru nusantara serentak menunaikan haknya dalam memberikan suara di ajang pemilihan umum atau pemilu. Sudah menjadi ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU), usai memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS), masyarakat diwajibkan menandai dirinya dengan tinta pemilu.

Namun jika biasanya tinta pemilu berwarna ungu, hal berbeda nampaknya akan terjadi di Kota Cirebon Jawa Barat. Pasalnya KPU Provinsi Jawa Barat telah memastikan ada 3 TPS di 2 desa di Kota Cirebon yang tidak menggunakan tinta pemilu berwarna ungu. Yah, Ketiga TPS itu akan menggunakan sari kunyit sebagai pengganti tinta pemilu tersebut.

Baca Lainnya : BMKG Prediksi Hujan Deras Disertai Angin Kencang Saat Pemilu 2019, Berikut Sebaran Wilayahnya

"Di sana, sudah menjadi kebiasaan saat pemilu tidak menggunakan tinta tapi menggunakan alat penanda yaitu kunyit," kata Komisioner KPU Jabar Divisi Teknis, Endun Abdul Haq dilansir dari CNN.

Ia memaparkan, kedua kampung tersebut masing-masing adalah kampung Bendakerep dan Lebakngok di RW 11 Kelurahan Argasunya. Sari kunyit akan digunakan di tiga TPS yang ada di kampung tersebut.

Menurut Endun, penggunaan sari kunyit tersebut merupakan hasil kesepakatan warga Benda Kerep, Kelurahan Argasunya. Hal itu merupakan bagian dari kompromi agar warga di dua kampung yang dikenal tradisional dan religius itu agar bersedia berpartisipasi dalam pemilu.

Baca Lainnya : Banjir Landa Bogor, 682 Kotak Suara di Gudang Logistik Pemilu Ciseeng jadi Korban

"Jadi di komplek perkampungan itu memang khasanah. Mereka punya kepercayaan kalau pakai tinta tidak sah salat, tidak sah wudhu," ujar Endun.

Ia menuturkan, hanya tiga TPS di Benda Kerep yang menolak botol tinta yang disediakan KPU di pemilu serentak 2019 ini. "Itu sudah sejak lama, dari pemilu sebelumnya sudah begitu. Hanya berlaku di tiga TPS di situ saja," ujarnya.

Sementara itu, anggota KPU Jabar, Nina Yuningsih menyatakan penggunaan kunyit sudah menjadi kearifan lokal di daerah tersebut. "Untuk kunyitnya kita tidak menyediakan pengadaan. Tapi dari pihak penyelenggara lokal di sana yang mempersiapkan," kata Nina. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 17 April 2019 - 20:47

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 BBM : 2B1E7B84

Artikel Terkait

Bagikan: