Laporan Kasus Meningkat 3 Kali Lipat, Dunia Tengah Dilanda Krisis Campak?

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
17 April 2019   15:00

Komentar
Laporan Kasus Meningkat 3 Kali Lipat, Dunia Tengah Dilanda Krisis Campak?

Laporan kasus campak pada 3 bulan pertama di tahun 2019 meningkat 3 kali lipat. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat menular. Peyakit ini terkadang dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan yang serius, termasuk infeksi paru-paru dan otak.

Campak sendiri sangat merugikan. Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit itu membunuh sekitar 100 ribu orang setiap tahunnya. Mirisnya, kebanyakan anak-anak yang jadi korban. 

Dari data terbaru yang dirilis WHO, dalam 3 bulan pertama tahun 2019 ini, jumlah kasus campak meningkat 3 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Badan milik PBB itu mengatakan bahwa data sementara menunjukkan tren yang jelas dengan seluruh wilayah di dunia mengalami wabah tersebut.

Baca Lainnya : NKRI Masuk 10 Besar Jumlah Pengidap Penyakit Campak dan Rubella

Menurut catatan mereka, Afrika mengalami peningkatan paling signifikan dengan total laporan kaksus campak meningkat hingga 700%. WHO mengungkapkan bahwa angka sebenarnya bisa jadi lebih besar karena secara global hanya satu dari 10 kasus yang dilaporkan.

Ukraina, Madagaskar dan India adalah negara yang terdampak paling buruk, dengan puluhan ribu kasus tercatat untuk setiap satu juta penduduknya. Sejak September, setidaknya 800 orang meninggal dunia akibat campak di Madagaskar.

Baca Lainnya : Meski Kampanye Dihentikan, Imunisasi Campak-Rubella Tetap Dilanjutkan

Wabah campak juga menyerbu Brazil, Pakistan dan Yaman, menyebabkan banyak kematian sebagian besar anak-anak. Lonjakan jumlah kasus juga tercatat di sejumlah negara lainnya termasuk Amerika Serikat dan Thailand yang notabene memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi.

PBB mengatakan bahwa penyakit tersebut sangat bisa dicegah dengan vaksinasi yang tepat, namun cakupan global dari tahap imunisasi pertama justru 'terhenti' di angka 85%, "masih kurang dari 95% yang diperlukan untuk mencegah wabah".

Dalam sebuah tulisan opini untuk CNN, pemimpin WHO Henrietta Fore dan Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa dunia tengah 'berada di tengah krisis campak'. Penyebaran informasi yang membingungkan dan kontradiktif tentang vaksin dituding menjadi sebagian hal yang patut dipersalahkan. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: