Seekor Beruang Madu Diamankan dari 5 Pedagang Satwa Ilegal di Aceh Barat

TrubusNews
Syahroni
16 April 2019   21:30 WIB

Komentar
Seekor Beruang Madu Diamankan dari 5 Pedagang Satwa Ilegal di Aceh Barat

Beruang madu hasil sitaan jajaran Polres Aceh Barat. (Foto : Tribunnews)

Trubus.id -- Perdagangan satwa dilindungi masih marak terjadi. Belum lama ini, giliran jajaran Polres Aceh Barat yang mengungkapnya. Dalam pengungkapan kali ini, petugas mengamankan seekor beruang madu yang akan diselundupkan ke luar daerah oleh oknum pedagang satwa.

Pengungkapan jaringan perdagangan satwa dilindungi ini terungkap Sabtu (13/4) malam. Sementara pelaku utama hingga Senin (15/4) kemarin, masih diburu aparat yang berwajib. 

Dalam gelar perkara Senin (15/4) kemarin, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK menghadirkan lima warga asal Aceh Barat yakni J (43), B (45), I (40), MD (44), dan Id (42), yang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus perdagangan satwa dilindungi ini.

Baca Lainnya : Selundupkan Bayi Orangutan dan Satwa Langka, 3 WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Kasat Reskrim, M Isral, menjelaskan, pelaku ditangkap karena terlibat dugaan jual beli satwa dilindungi. Dalam kasus ini, ujar Kasat Reskrim, pihaknya berhasil mengamankan seekor beruang madu yang kini dijadikan sebagai barang bukti (BB).

“Penangkapan pelaku berawal laporan masyarakat. Dalam kasus ini, penyidik kita langsung berkoordinasi dengan BKSDA Sektor Aceh Barat,” katanya.

M Isral menerangkan, kelima pelaku tersebut dijerat dengan UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alama Hayati dan Ekosistem dengan ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

“Kelima warga itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. BB satu ekor beruang madu kini sudah diamankan ke BKSDA untuk dirawat,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaku utama dalam kasus jual beli satwa dilindungi itu yakni yang menangkap beruang madu tersebut di kawasan hutan Kecamatan Johan Pahlawan, hingga kini masih diburu pihak berwajib. 

Baca Lainnya : Polda Jatim Amankan Komodo Hingga Kasuari dari Tangan 8 Pedagang Satwa Langka

“Pelaku utama sudah kita kantongi namanya. Kini masih kita cari untuk ditangkap,” paparnya.

Sementara itu, Zulkarnain, Kepala BKSDA Sektor Aceh Barat kepada wartawan di sela konfrensi pers di Mapolres Aceh Barat, kemarin, mengungkapkan, beruang madu yang kini menjadi barang bukti (BB) kasus perdagangan satwa dilindungi berkelamin betina dengan usia diperkirakan sekitar 3 tahun. 

“Kita lakukan pemeriksaan oleh dokter hewan. Karena ada bagian yang luka diduga terkena jeratan ketika ditangkap oleh pelaku,” ujarnya.

Zulkarnain menjelaskan, beruang madu tersebut sejauh ini masih dikarantina oleh BKSDA Sektor Aceh Barat untuk pemulihan kembali. Termasuk akan melihat perkembangannya untuk kemudian akan dibawa ke Banda Aceh. Setelah kondisinya dipastikan benar-benar pulih, beruang madu tersebut akan dilepasliarkan kembali ke hutan di Aceh. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

7 Pesan Jokowi kepada Kabinet Indonesia Maju

Peristiwa   23 Okt 2019 - 17:58 WIB
Bagikan: