Deforestasi Makin Masif, TNC Indonesia Ajak Warga Jaga Kawasan Hutan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
16 April 2019   14:00

Komentar
Deforestasi Makin Masif, TNC Indonesia Ajak Warga Jaga Kawasan Hutan

Penggundulan hutan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah deforestasi yang masih cukup tinggi. bahkan saat ini Indonesia masih terus berupaya menekan jumlah deforestasi dalam upaya menangani perubahan iklim.

Deforestasi sendiri adalah kegiatan penebangan hutan yang kerap dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab hanya untuk kepentingan pribadi, tanpa memperdulikan kelestarian alam. Kita pasti tahu bahwa hutan merupakan sumber oksigen serta dapat menyerap polutan.

Guna menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga kawasan hutan, The Nature Conservancy Indonesia (TNC Indonesia) mengajak masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandiran desa dalam melaksanakan rencana pembangunan dan mengelola sumber daya alam, termasuk upaya menurunkan emisi gas rumah kaca, melalui pendekatan Aksi Inspiratif Warga Untuk Perubahan (SIGAP). 

Aksi SIGAP ini akan dilaksanakan oleh warga di 99 kampung di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Upaya ini bertujuan membantu pemerintah menjalankan inisiatif REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus) yang merupakan program untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui upaya mengurangi deforestasi serta kerusakan hutan akibat ulah manusia.

REDD+ sendiri merupakan komponen utama NDC (Nationally Determined Contributions) Indonesia atau menjadi bagian dari komitmen suatu negara dalam hal mengendalikan perubahan iklim.

“Melalui aksi SIGAP, TNC Indonesia akan membantu pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program REDD+ di tingkat tapak, khususnya di tingkat desa atau kampung agar lebih efektif yakni dengan menggandeng masyarakat atau komunitas yang tinggal di sekitar hutan,” demikian disampaikan Penasihat Senior TNC Indonesia, Wahjudi Wardojo melalui siaran pers, Selasa (16/4).

Sementara itu, Direktur Indonesia Terrestrial Program TNC Indonesia, Herlina Hartanto mengungkapkan bahwa tradisi gotong-royong di masyarakat serta pengetahuan terhadap lingkungan dan sumber daya alam yang melimpah perlu ditingkatkan.

SIGAP adalah pendekatan yang yang menyasar masyarakat yang tinggal baik di dalam ataupun di sekitar kawasan hutan yang akan diberdayakan agar memiliki pengetahuan, kapasitas, jejaring sosial, dan pengalaman sebagai fondasi utama dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain itu juga sebagai upaya menyejahterakan masyarakat itu sendiri.

Bentuk pendampingan masyarakat yang dilakukan TNC melalui SIGAP berupa program pelatihan, pendampingan menata lahan (termasuk membuat peta tiga dimensi), menyusun rencana pembangunan kampung, mengembangkan sumber mata pencaharian yang tidak merusak hutan, dan mendapatkan hak pengelolaan hutan.

Saat ini TNC Indonesia mendukung Pemerintah Kabupaten Berau yang telah mengadopsi SIGAP sebagai pendekatan pendampingan di seluruh 99 desa di Kabupaten Berau, Kaltim, sebelumnya, TNC Indonesia telah berhasil mengujicobakan SIGAP di 2 desa di Kabupaten Berau, yaitu Kampung Long Duhung dan Merabu sejak 2010 lalu.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 16 April 2019 - 20:27

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jumlah Komodo di TNK Tinggal 2.800 Ekor

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan: