Strategi Transformasi Ekonomi Indonesia Melalui Pembangunan Desa 

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
16 April 2019   08:35

Komentar
Strategi Transformasi Ekonomi Indonesia Melalui Pembangunan Desa 

Potret ssbuah desa di Indonesia (Foto : Istimewa)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan optimismenya, bahwa transformasi ekonomi Indonesia akan berjalan ke jenjang yang lebih baik lewat konsen pembangunan desa. 

“Karena kita bukan hanya menarik urbanisasi saja, tapi yang difokuskan juga pembangunan desa, jadi kualitas hidup di sana pun menjadi lebih meningkat. Itu transformasi yang sesungguhnya,” jelasnya Menko Darmin di Jakarta, Senin (15/4). 

Darmin menjelaskan, transformasi ekonomi juga dapat dilakukan melalui transformasi kebijakan yang difokuskan untuk mengubah ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA) ke ekonomi berbasis nilai tambah yaitu industri manufaktur dan jasa. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing dan merespon pergeseran struktur ekonomi menuju sektor jasa.

Untuk itu, pemerintah melakukan beberapa cara dalam mendorong sisi penawaran agar sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan, antara lain dengan membangun infrastruktur, melaksanakan reforma agraria, mengembangkan kapasitas/kualitas SDM, dan memberikan bantuan sosial.

Darmin menambahkan, pemerintah juga semakin memperluas cakupan penyediaan infrastruktur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Selain fokus di bidang infrastruktur fisik, pemerintah juga membangun infrastruktur industri meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), dan Kawasan Pariwisata Terpadu (KPT).

Pembangunan tersebut juga mencakup pembangunan infrastruktur digital, khususnya broadband internet barat, tengah dan timur, yang disebut Palapa Ring.

“Selama republik ini berdiri, kita belum pernah membangun infrastruktur secepat sekarang, yang mana hal tersebut untuk membuat basis bagi berkembangnya banyak kegiatan ekonomi. Sehingga ke depannya bisa lahir kegiatan-kegiatan perindustrian yang tadinya belum dipunyai. Sementara, untuk kegiatan industri yang sudah ada, dapat dicoba ditingkatkan manajemennya, misalnya pengelolaan sawah secara kluster,” jelas Menko Darmin.

Ia juga menjelaskan bagaimana kebijakan peningkatan sisi penawaran yang juga tidak kalah pentingnya. Adalah reforma agraria dan peningkatan kualitas SDM. Reforma agraria dan peningkatan kualitas SDM bersama dengan kesempatan merupakan tiga pilar utama dalam Kebijakan Pemerataan Ekonomi.

Kebijakan reforma agraria (RA) dilakukan melalui legalisasi aset tanah masyarakat, redistribusi lahan, pemberian akses, pemanfaatan lahan kehutanan dengan skema perhutanan sosial dan moratorium perkebunan kelapa sawit. Dalam RA juga termasuk program pemberdayaan ekonomi, seperti bantuan sarana produksi, modal, pemasaran dan keterampilan usaha.

Peningkatan kualitas SDM dilakukan dengan pendidikan dan pelatihan vokasi melalui peningkatan aspek kelembagaan, pemagangan, standar kompetensi, link and match vokasi dengan dunia usaha/industri. Pendidikan dan pelatihan vokasi juga dimaksudkan untuk menampung tenaga kerja yang mengalami disrupsi dan agar siap bekerja di industri 4.0.

“Yang juga harus jadi fokus dalam era industri 4.0 adalah picking the industry winner yaitu industri yang mempunyai keunggulan komparatif dan daya saing dalam pasar global. Lima sektor utama yang dipilih sebagai sektor fokus ‘Making Indonesia 4.0’ mencakup otomotif, tekstil dan busana, makanan dan minuman, kimia, serta elektronik,” papar Menko Darmin.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Jumlah Komodo di TNK Tinggal 2.800 Ekor

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan: