Kepala BMKG: Agar Panen Maksimal, Petani Harus Memahami Informasi Cuaca

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
15 April 2019   21:30

Komentar
Kepala BMKG: Agar Panen Maksimal, Petani Harus Memahami Informasi Cuaca

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat membuka Sekolah Lapangan Iklim II di Yogyakarta, Senin (15/4). (Foto : Tribun Jogja)

Trubus.id -- Perubahan iklim berdampak cukup siginifikan pada sektor pertanian. Untuk itu, para petani wajib menguasai pengetahuan soal informasi cuaca dan iklim. Hal ini menjadi kewajiban karena dampak yang dihasilkan bisa membuat petani merugi karena hasil panen yang diperoleh bisa jauh berbeda dari yang mereka harapkan. 

"Bencana iklim ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan termasuk sektor pertanian, akhirnya petani mengalami panen yang tidak maksimal bahkan sampai gagal panen karena salah memahami informasi cuaca," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat membuka Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Tahap II di Yogyakarta, Senin (15/4).

Dwikorita menjelaskan, BMKG tergerak melakukan bimbingan baik kepada petani, nelayan bahkan penyuluh pertanian serta pemerintah daerah untuk meningkatkan pemahaman informasi cuaca dan iklim. Salah satunya lewat Sekolah Lapang Iklim (SLI) ini.

Baca Lainnya : Dwikorita: Tugas Pokok BMKG Tidak Hanya Mengeluarkan Informasi Saat Bencana

"Meningkatnya pemahaman informasi cuaca dan iklim ini, mampu mendukung segala bentuk kegiatan dari berbagai sektor, tak hanya pertanian namun juga perkebunan, pengairan, bahkan untuk antisipasi kebencanaan," sebutnya.

Sebanyak 30 peserta berasal dari Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Pengamat Organisme Penggangu Tanaman (POPT) Kabupaten Bantul mengikuti SLI tahap II kali ini. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa sosialisasi kepada petani agar mampu merekayasa tanam dengan mempertimbangkan faktor cuaca.

"Sekolah lapang iklim ini diharapkan bisa membantu petani melakukan rekayasa tanam, dengan tahu cuaca, komoditas unggulan apa yang bisa ditanam. Poinnya adalah pengetahuan petani berkembang, karena kondisi alam kita juga berkembang. Di masa lalu belum ada perubahan iklim global yang dahsyat, sekarang perubahan iklim bisa mendadak terjadi. Perubahan iklim inilah yang menjadikan penting bagi pertani agar memahami informasi cuaca dan iklim," kata Dwikorita.

Baca Lainnya : Antisipasi Cuaca Ekstrem, Petani Temanggung Belajar Ilmu Iklim

Lebih lanjut, Dwikorita berharap meningkatnya pemahaman soal cuaca dan iklim di berbagai lini masyarakat ini dapat berbanding lurus dengan hasil pertanian dan produktivitas dari berbagai sektor termasuk pertanian, perikanan dan kelautan. Tak hanya itu, pengetahuan yang didapatkan juga dapat menstabilkan harga-harga bahan pangan yang diproduksi dalam negeri.

"Jika bisa memahami informasi ini, bukan tak mungkin rekayasa pertanian bisa dilakukan. Contohnya bagaimana bawang merah bisa panen setiap tahun, kapan waktu tanam yang tepat untuk petani di Bantul, begitu juga kapan waktu yang tepat untuk petani di Brebes, jadi strategi budidaya ini bisa mewujudkan harga yang stabil dan ketahanan pangan di Indonesia," jelasnya. [RN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: