PUPR dan KKP Sepakat Bangun Saluran Irigasi Tambak di 132 Kabupaten/Kota dan 3 SKPT

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
15 April 2019   19:00

Komentar
PUPR dan KKP Sepakat Bangun Saluran Irigasi Tambak di 132 Kabupaten/Kota dan 3 SKPT

Kementerian PUPR dan KKP menandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk menyediakan infrastruktur sumber daya air dalam kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu. (Foto : Doc/ Kementerian PUPR)

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk menyediakan infrastruktur sumber daya air dalam kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu, tanggal 12 April lalu.

Dalam perjanjian itu, kedua lembaga kementerian itu sepakat untuk bersinergi untuk penyediaan saluran primer irigasi tambak dan infrastruktur pendukungnya di 132 kabupaten/kota dan 3 lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Sabang, Rote Ndao dan Sumba Timur.

"Tujuan dari perjanjian kerja sama ini adalah penyediaan infrastruktur untuk mendukung peningkatan nilai tambah budi daya perikanan tambak yang berkelanjutan. Kami berupaya bagaimana sistem tambak perikanan dapat lebih tertata dengan baik," kata Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi, dalam siaran persnya, Senin (15/4).

Baca Lainnya : Serentak di 6 Provinsi, Pemerintah Kembali Gelontorkan KUR Perikanan Rakyat kepada 6.183 Nelayan 

Ia menambahkan, kerjasama tersebut merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara dua Kementerian yang berupaya mewujudkan percepatan pembangunan dan nilai tambah hasil produksi kelautan dan perikanan.

Selama kurun waktu 2015 hingga 2018, Kementerian PUPR telah mendukung irigasi tambak dan infrastruktur lainnya di 125 daerah irigasi yambak (DIT) yang tersebar di 70 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pada tahun 2019 sebanyak 25 DIT akan dibangun di 19 kabupaten/kota.

Terkait hal ini, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan bahwa peran Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air sangatlah besar dalam kerja sama ini. 

"Melalui kerja sama ini, dilakukan revitalisasi kawasan tambak udang, hasilnya produksi udang mengalami peningkatan," jelasnya seperti dilansir Antara.

Baca Lainnya : Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Rote Ndao Segera Beroperasi

Ia mengungkapkan, pada 2010, panen udang sebesar 379.000 ton dan pada tahun 2017 hasilnya meningkat lebih dari tiga kali lipat yakni sebanyak 1.150.000 ton. Peningkatan hasil panen, lanjutnya, tentunya berpengaruh terhadap kenaikan pendapatan para petambak serta penyerapan tenaga kerja.

Sinergitas kegiatan antara Ditjen SDA dan Ditjen Perikanan Budidaya yang diharapkan dalam perjanjian kerja sama ini yaitu penyampaian baseline data dan informasi terkait rencana kerja tahunan, rencana strategis, serta hasil penetapan lokasi pembangunan serta melakukan sinkronisasi program di kawasan produksi perikanan budidaya dan sentra kelautan perikanan terpadu (SKPT).

Selain itu kerja sama dalam penyusunan detail desain jaringan tambak dan menyusun kebijakan dan strategi serta operasional termasuk tim pelaksana agar tercapai koordinasi dan keterpaduan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur perikanan budi daya serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi, dan operasi dan pemeliharaan serta pengelolaan infrastruktur yang dibangun. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 15 April 2019 - 20:08

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 BBM : 2B1E7B84

Artikel Terkait

Rumah Warga Aceh di Rusak Kawanan Gajah Liar

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: