Ismail Ginting Lestarikan Durian Asli Medan Melalui Penangkaran

TrubusNews
Reza Perdana | Followers 0
15 April 2019   11:29

Komentar
Ismail Ginting Lestarikan Durian Asli Medan Melalui Penangkaran

Varietas durian hasil penangkaran (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Penebangan pohon durian yang marak membuat Ismail Ginting mengambil sikap. Ismail berpandangan, anak cucu di masa depan harus tetap bisa melihat pohon durian dan merasakan kelezatannya.

"Pohon durian bisa tumbuh di hampir seluruh wilayah Indonesia. Masih banyak durian yang memiliki kualitas baik, namun belum diidentifikasi. Jangan sampai hilang. Ini alasan saya buat penangkaran, salah satu cara agar tetap lestari," katanya, Senin (15/4).

Ismail menyebut, durian lokal masih sangat banyak yang diidentifikasi. Jumlahnya lebih banyak dari yang sudah dikenal keunggulannya oleh masyarakat kebanyakan. Sebagian dari yang sudah dikenal di antaranya sikesip, kucing titun, musangking, siginting, sikapal, pelangi.

"Ada juga yang mengenalnya berdasarkan rasa, seperti durian Bahorok, Talun Kenas, Sidikalang, Aceh, dan lainnya," ucap Ismail.

Dijelaskannya, durian-durian lokal kebanyakan memiliki daging yang tipis dan tidak memenuhi kriteria sebagai durian unggul. Meski demikian, dalam pelestarian durian melalui pembibitan, penangkar mengambil batang bawah dari durian lokal. 

Sementara untuk batang atas disambung dengan durian unggul. Dalam pertumbuhannya, durian lokal dan durian unggul memiliki peran masing-masing yang menentukan karakteristik buah yang dihasilkan. 

Ismail menyebut, penggunaan durian lokal sebagai batang bawah dikarenakan bijinya lebih besar dan lebih tahan terhadap serangan hama ataupun jamur. Batangnya juga lebih kokoh. Kelebihan ini tidak dimiliki durian unggul yang memiliki biji kecil, bahkan ada yang lepes. 

"Begitu juga dengan batangnya, kurang memiliki ketahanan terhadap serangan hama dan jamur. kalau menyambung, batang bawah durian lokal atasnya durian unggul, sambungannya tinggi, yang penting tidak terkena cipratan air hujan yang bisa menyebabkan sambungannya diserang jamur," sebutnya. 

Diakui Ismail, dari pengalamannya selama bertahun-tahun, sudah berkali-kali bereksperimen dalam teknik menyambung. Awalnya, menyambung pada batang bawah, namun karena rentan diserang jamur, Ismail menyambungnya pada batang atas, yakni lebih tinggi, sekitar 15 cm - 20 cm di atas tanah. 

"Kemudian saya mulai berinovasi dengan menambahkan batang bawah," ujarnya.

Diungkapkan Ismail, jika umumnya pembibitan hanya dengan 1 batang bawah, sejak 7 tahun yang lalu, dirinya membuat sensai dengan menambah 2 batang bawah lagi, sehingga untuk 1 batang bibit durian unggul, ditopang dengan 3 kaki. 

"Di awal dulu cuma buat yang kaki 3, belakangan saya sudah buat dengan kaki 9 bahkan kaki 11," ungkapnya. 

Penambahan kaki tersebut untuk memacu pertumbuhan tanaman lebih cepat daripada 1 kaki. Sebab semakin banyak asupan nutrisi yang diserap tiap batangnya akan mempercepat pertumbuhan batangnya.

"Jika biasanya untuk mencapai tinggi 1,5 meter - 2 meter, butuh waktu 2 - 3 tahun, dengan 3 kaki atau lebih, itu bisa dicapai dalam waktu setahun saja," terangnya.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Jumlah Komodo di TNK Tinggal 2.800 Ekor

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan: