Banyak Pohon Rusak Akibat Alat Peraga Kampanye

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
13 April 2019   22:00

Komentar
Banyak Pohon Rusak Akibat Alat Peraga Kampanye

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Hijau Camis melakukan aksi cabut paku di pohon, Jumat (12/4). Massa yang terdiri dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, musisi muda serta kalangan pemuda merasa prihatin terhadap banyaknya pohon yang rusak akibat dipaku sekadar untuk memasang baliho serta alat peraga kampanye.

Kegiatan mencabut paku diawali di pohon dari Jalan RE Martadinata sekitar kampus Universitas Galuh Ciamis. Dengan berbekal linggis, tang, ember serta berbagai peralatan lainnya, mereka mendatangi satu per satu pohon yang ada di tempat tersebut. Ketika menemukan paku, mereka langsung  mencabutnya.

“Kami tidak hanya mencabut paku di pohon tetapi juga melepas  kawat serta tambang yang melilit batang pohon. Terus terang kondisinya sangat memerihatinkan, banyak sekali pohon yang dipaku. Yang memasang  hanya ingin mencari mudahnya memasang baliho,”  ujar inisiator aksi cabut paku Ciamis, Sopyan Romjani, seperti dikutip dari Pikiran.

Baca Lainnya : Aneh, Pohon Cemara Ini Tumbuh Terbalik ke Arah Dalam Danau 

Dikatakannya, mencabut paku di pohon tersebut tidak hanya dilakukan di Jalan RE Martadinata dekat kasmpus Unigal, akan tetapi juga menyusuri  Jalan Jenderal Soedirman  hinga Jalan Juanda.

“Baru beberapa pohon saja, sudah banyak paku yang dicabut. Tidak hanya yang berkuruan besar, yang kecil pun juga dicabut,” katanya.

Sopyan mengungkapkan ide mencabut paku berawal dari keresahan setelah melihat banyak pohon di tepi jalan yang dimanfaatkan untuk memasang baliho promosi. Mulai dari promosi produk, termasuk baliho partai politik termasuk alat perga kampanye.

Baca Lainnya : Pohon Cemara Natal Asli Mudah Kering? Ini Tipsnya Agar Tahan Lama

“Sebenarnya ada aturan dilarang memasang alat peraga kampanye dengan cara dipaku di pohon, akan tetapi kenyatannya banyak yang mengabaikan. Kampanye selesai, baliho dibiarkan dan pagu juga dibiarkan menancap di pohon,” ujarnya.

Sementara itu aktivis lainnya Tatang Sutisna mengatakan kegiatan aksi cabut paku dipohon dilakkukan secara sukarela. Menurutnya, pohon sebagai salah satu sumber penghasil oksigen merupakan mahluk hidup yang harus dijaga.

“Saya merasa risih, setap kali melihat pohon untuk memasang alat peraga. Mereka memasang baliho dan sejenisnya dengan mencari cara mudah, dengan dipaku.  Apalagi sejak musim Pemilu, lebih banyak pohon yang eksploitasi untuk memasang alat peraga dengan dipaku,” pungkasnya. [NN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 14 April 2019 - 19:18

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 BBM : 2B1E7B84

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: