BMKG Duga Gempa Magnitudo 6,9 di Sulteng Akibat Sesar Aktif Peleng

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
13 April 2019   10:00

Komentar
BMKG Duga Gempa Magnitudo 6,9 di Sulteng Akibat Sesar Aktif Peleng

Titik gempa Sulteng (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa yang mengguncang Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (12/4) berada di kedalaman 17 kilometer dan berlokasi 85 kilometer dari arah barat daya Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, atau di titik 1.90 LS - 122.54 BT.

Daryono selaku Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

"Ada dugaan bahwa struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Peleng yang jalurnya berarah baratdaya-timurlaut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo," jelas Daryono, Sabtu (13/4). 

Baca Lainnya : Pascagempa M 6,8 Situasi Masyarakat Sudah Mulai Kondusif

Daryono mengatakan, Sesar Peleng merupakan sesar aktif yang memiliki laju sesar sebesar 1,0 milimeter per tahun dan magnitudo maksimum yang mencapai M=6,9. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike slip). 

Dugaan ini didasarakan pada alasan bahwa lokasi episenter terletak pada kelurusan Sesar Peleng yang menerus ke laut dan sumber gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar menganan (dextral).

Sebelumnya, BMKG mencatat gempa kuat tersebut tercatat dengan magnitudo M=6,9. Setelah dilakukan pemutakhiran, magnitudo gempa berubah turun menjadi magnitudo M=6,8.

Baca Lainnya : Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Alami 10 Kali Gempa Guguran

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini berpotensi tsunami, sehingga BMKG dalam waktu kurang dari 5 menit setelah terjadi gempa segera mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status ancaman waspada dengan estimasi tinggi tsunami kurang dari 50 cm. 

Setelah dilakukan pemutakhiran magnitudo dan melakukan monitoring terhadap muka air laut melalui pengamatan tide gauge di lokasi Kendari (Sulawesi Tenggara) dan Taliabu (Maluku Utara), menunjukkan tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan. 

Berdasarkan pengecekan kondisi lapangan oleh BMKG dan BPBD setempat juga tidak ada laporan adanya air surut maupun terjadinya tsunami. Atas dasar beberapa hal tersebut, maka BMKG pada pukul 19.47 WIB (20.47 WITA) menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami berakhir. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: