Tinggi Everest Diprediksi Menyusut, Nepal Terjunkan Tim Ekspedisi untuk Mengukur Ulang

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 April 2019   20:00

Komentar
Tinggi Everest Diprediksi Menyusut, Nepal Terjunkan Tim Ekspedisi untuk Mengukur Ulang

Kektinggian Gunung Everest akan diukur ulang oleh tim ekspedisi Nepal. (Foto : BBC)

Trubus.id -- Pemerintah Nepal membentuk tim ekspedisi untuk mengukur ulang ketinggian Gunung Everest yang memiliki puncak tertinggi dunia. Ekspedisi tersebut dilakukan untuk menjawab spekulasi bahwa pemanasan global telah membuat es di gunung dengan ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu telah menyusut.

Pemerintah Nepal telah menunjuk tim yang terdiri dari empat orang, yakni para ahli sekaligus pendaki andal untuk  berangkat ke puncak pada Rabu (10/4/2019). Ekspedisi dilakukan setelah muncul perdebatan sengit setelah gempa bumi besar di Nepal pada 2015. Efek getaran kuat itu diduga telah meruntuhkan bagian puncaknya.

Angka 8.848 mdpl pertama kali dicatat dalam survei Pemerintah India pada 1954. Setelah itu banyak tim lain yang juga melakukan pengukuran puncak, meskipun ketinggian yang ditetapkan India itu diterima secara luas.

Baca Lainnya : Atasi Sampah di Gunung Everest, Base Camp Pendaki di China Ditutup Sementara

"Kami mengirim tim karena ada pertanyaan mengenai ketinggian Everest setelah gempa," kata koordinator ekspedisi dari Departemen Survei, Susheel Dangol, dikutip dari AFP. 

Para surveyor tersebut menghabiskan waktu 2 tahun untuk menyempurnakan metodologi pengukuran puncak serta mengumpulkan referensi sebanyak mungkin yang akan dijadikan bahan pertimbangan mereka. Peralatan canggih juga mereka bawa untuk mengumpulkan data.

Selain itu, mereka juga melakukan pelatihan tinggal di kondisi ekstrem, situasi yang mungkin mereka hadapi di puncak gunung tertinggi di dunia itu.

"Tidak akan mudah untuk bekerja di daerah itu, tetapi kami yakin misi ini akan berhasil," kata pemimpin ekspedisi dan kepala surveyor, Khim Lal Gautam, yang juga pernah mencapai puncak Everest pada 2011.

Baca Lainnya : Turun dari Gunung Everest, Pendaki Wajib Minimal Bawa Turun 8kg Sampah

Pada Mei 1999, sebuah tim Amerika Serikat merevisi ketinggian Everest 2 meter lebih tinggi setelah mengukur menggunakan teknologi GPS. Angka itu saat ini digunakan oleh National Geographic Society AS, namun tak diterima secara luas.

Nepal juga pernah konflik dengan China gara-gara perbedaan prinsip pengukuran ketinggian Everest. China beranggapan puncak Everest lebih pendek 4 meter dari angka resmi. Pasalnya ketinggian gunung hanya dihitung dari bebatuannya, tidak termasuk salju atau es yang menyelimuti.

Penghitungan Nepal didasarkan pada garis patahan utama antara dua lempeng tektonik, satu lempeng India yang mendorong lempeng lainnya yang kemudian mengangkat Eropa dan Asia, sebuah proses yang kemudian menciptakan pegunungan Himalaya. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 12 April 2019 - 21:28

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 BBM : 2B1E7B84

Artikel Terkait

Bagikan: